Ada Perang Dagang, Investasi China di AS Anjlok 92 Persen

Kompas.com - 05/10/2018, 05:45 WIB
Ilustrasi perang dagang Thinkstock.com/andriano_czIlustrasi perang dagang

SHANGHAI, KOMPAS.com - Investasi China di AS tercatat anjlok 92 persen hingga September 2018, menurut data Mergermarket. Ini sejalan dengan perang dagang yang terjadi antara AS dan China.

Dikutip dari South China Morning Post, Jumat (5/10/2018), aktivitas merger dan akuisisi China di AS mencapai 2,67 miliar dollar AS hingga kuartal III 2018. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2016 atau level tertingginya yang tercatat mencapai 34,4 miliar dollar AS.

Angka tersebut juga mencerminkan penurunan sebesar 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang mencapai 5,9 miliar dollar AS.

"Ekonomi China melambat, nilai tukar mata uangnya melemah, dan rezim perdagangan goyang. Ini tidak menunjukkan dasar yang kuat untuk ekspansi internasional yang agresif," kata Brock Silvers, direktur pelaksana Kaiyuan Capital.

Silvers pun menuturkan, AS juga mengadopsi kebijakan pengaturan yang lebih ketat untuk akuisisi yang dilakukan China. Sementara itu, pada saat bersamaan Beijing pun tampaknya mendorong konglomerat-konglomeratnya untuk lebih fokus pada investasi di dalam negeri.

"Berdasarkan faktor-faktor tersebut, tidak mengejutkan jika China tidak menempatkan modal besar di AS dan ini mungkin tidak akan berubah sampai kita lihat ada kesepakatan perdagangan," sebut Silvers.

Pada tahun ini saja, ada beberapa kesepakatan akuisisi besar yang akan dilakukan China di AS gagal karena ketegangan perdagangan. Akuisisi perusahaan transfer uang AS MoneyGram oleh Ant Financial senilai 1,2 miliar dollar AS, misalnya, gagal setelah ditolak oleh panel pemerintah AS karena isu keamanan nasional.

Adapun investasi China tampaknya malah bergeser ke Kanada. Data Mergermarket menunjukkan, hingga September 2018, ada 8 akuisisi yang dilakukan China terhadap perusahaan-perusahaan energi Kanada dengan total nilai transaksi mencapai 2,2 miliar dollar AS.

Angka tersebut naik enam kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar 390 juta dollat AS.

Perang dagang AS-China pun membuat aktivitas merger dan akuisisi global menurun tajam. Bahkan hingga mencapai level terendah kuartal III dalam lima tahun. Selama kuartal III 2018, nilai transaksi merger dan akuisisi global tercatat sebesar 703 miliar dollar AS, angka terendah sejak kuartal III 2013.

Angka tersebut pun merosot 35 persen dibandingkan pada kuartal II 2018 yang tercatat sebesar 1,09 triliun dollar AS.

"(Nilai merger dan akuisisi global) yang lemah pada kuartal III 2018 terjadi karena peningkatan ketegangan geopolitik, perang dagang, dan proteksionisme meredupkan semangat dan membuat korporasi menahan (aksi korporasinya) sepanjang musim panas," sebut Jonathan Klonowski, analis untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika di Mergermarket.

 

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.