Imbas Perang Dagang, AS dan China Tak Diundang ke Pertemuan WTO

Kompas.com - 05/10/2018, 10:00 WIB
Ilustrasi perang dagang Thinkstock.com/andriano_czIlustrasi perang dagang

LONDON, KOMPAS.com - Kanada memutuskan tidak mengundang AS dan China dalam pertemuan tingkat tinggi yang membahas reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kanada akan menjadi tuan rumah pertemuan yang dihelat di Ottawa pada 24-25 Oktober 2018.

Dikutip dari BBC, Jumat (5/10/2018), pertemuan tersebut akan membahas terkait sejumlah perubahan pada lembaga perdagangan dunia itu. Sejumlah pejabat menyatakan, negara-negara seperti AS dan China akan disertakan dalam pertemuan berikutnya yang membahas proses reformasi WTO.

Adapun pertemuan terkait WTO ini akan dihadiri pula oleh Uni Eropa, Australia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan. Pertemuan itu juga akan dihadiri oleh Brasil, Cile, Kenya, Meksiko, Selandia Baru, Norwegia, dan Swiss.

"Kami mengetahui tantangan di dalam WTO dan meyakini ditemukannya cara yang diperlukan untuk mendorong reformasi (WTO). Kanada memimpin upaya tersebut," ujar pejabat pers untuk Menteri Diversifikasi Perdagangan Internasional Jim Carr.

Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu mengutarakan ketidaksukaannya terhadap kesepakatan perdagangan multilateral internasional. Ia pun mengancam bakal mencabut keanggotaan AS dan WTO jika lembaga itu tak berubah.

Trump menyatakan dirinya meyakini WTO kerap tak memihak AS dalam sengketa perdagangan. Sementara itu, China dituduh tidak transparan dalam membuka ekonominya seperti yang telah dikomitmenkan dalam WTO.

Kedua negara tersebut juga terlibat perang dagang dengan saling menerapkan tarif impor untuk ribuan barang, mulai dari koper, perangkat dapur, hingga gandum maupun wine.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa perang dagang akan memberikan dampak ekonomi negatif bagi seluruh dunia.

 

.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.