Bos IMF, Sri Mulyani, Luhut, dan Gubernur BI Tanam Terumbu Karang di Bali

Kompas.com - 07/10/2018, 09:45 WIB
(Dari kiri ke kanan) Gubernur BI Perry Warjiyo, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanam terumbu karang di kawasan Nusa Dua, Bali, Minggu (7/10/2018). Dok. Bank Indonesia (BI)(Dari kiri ke kanan) Gubernur BI Perry Warjiyo, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanam terumbu karang di kawasan Nusa Dua, Bali, Minggu (7/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia 2018 atau IMF-World Bank Annual Meeting 2018 menanam terumbu karang di kawasan Nusa Dua, Bali. Penanaman terumbu karang tersebut diharapkan dapat mewujudkan akuarium alami bawah laut yang unik dan indah.

Diketahui, 60 persen dari terumbu karang di dunia terdapat di Indonesia. Sayangnya, terumbu karang sangat mudah rusak akibat berbagai faktor, termasuk perubahan iklim dan kegiatan destruktif di tempat-tempat wisata.

Oleh karena itu, panitia Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 yang akan menggelar acara di Bali merasa berkepentingan menjaga keunikan bahari tersebut.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi menyediakan biota laut yang akan mendukung dan membuat kehidupan di laut menjadi lebih baik.

"Setiap langkah kecil yang kita lakukan dapat membawa perubahan yang besar bagi dunia, sepanjang hal tersebut dilakukan bersama-sama," ujar Christine dalam keterangan tertulis yan diterima Kompas.com, Minggu (7/10/2018).

Dalam penanaman tersebut, Lagarde didamping Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang turut terlibat dalam pemasangan koral pada struktur  penyangga yang kemudian diletakkan di dasar laut oleh para relawan.

Perry mengataan, kecintaan akan kehidupan memerlukan ekosistem.

"Itulah yang kita lakukan di tengah rangkaian Annual Meetings 2018. Kita menjaga lingkungan dan mencintai kehidupan," kata Perry.

Pertemuan tahunan IMF-WBG akan digelar selama enam hari, mulai 9-14 Oktober 2018. Dalam penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 27 ribu delegasi dari 189 negara sudah terkonfirmasi akan hadir di Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia yang dilaksanakan di kawasan Nusa Dua, Bali tersebut.

Sebanyak 23 kepala negara juga direncanakan akan menghadiri pertemuan yang diproyeksikan akan menjadi pertemuan IMF-WBG paling akbar sepanjang sejarah penyelenggaraan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X