Kartu "Kusuka" Permudah Nelayan dan Pemasar Ikan Dapat Pinjaman Modal

Kompas.com - 08/10/2018, 14:20 WIB
Suasana konferensi pers tentang penangkapan ikan pelaku illegal fishing di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (31/7/2018). Turut hadir Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo (tengah) dan Panglima Komando Angkatan Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda Yudo Margono (kanan) KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERASuasana konferensi pers tentang penangkapan ikan pelaku illegal fishing di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (31/7/2018). Turut hadir Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo (tengah) dan Panglima Komando Angkatan Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda Yudo Margono (kanan)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan Kartu Pelaku Usaha (Kusuka) di bidang kelautan dan perikananan.

Kartu tersebut berisi data diri pelaku usaha perikanan mulai dari nelayan, pembudidaya ikan, hingga pemasar ikan. Kartu etrsebut dibuat agar pelaku usaha semakin mudah mendapatkan modal usaha dari perbankan.

"Daripada utang ke rentainir yang bunganya bisa 200 persen, dengan KUSUKA mereka bisa mendapat pinjaman dengan bunga yang lebih rendah," ujar Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo di kantornya, Senin (8/10/2018).

Selain berisi data diri pelaku usaha sebagaimana termuat di dalam Kartu Tanda Penduduk, kartu Kusuka juga berisi jenis usaha yang dilakukan pemilik kartu hingga seberapa besar skala usaha yang mereka jalankan.

Bahkan dengan memindai QR code di bagian depan kartu, bisa diketahui cashflow pemegang kartu. Hal ini mempermudah pelaku usaha mendapatkan kredit dari perbankan karena profilnya sudah terbaca jelas dalam satu kartu.

"Kalau kartu Kusuka sudah berjalan, harapan kita industri perbankan cukup cek ada setoran nelayan yang mengajukan kredit. Tidak usah dilihat ke belanga, tinggal dibaca saja, discan kartunya," kata Nilanto.

Begitu di-scan, akan terlihat berapa omzet mingguan, bulanan, bahkan tahunan pelaku usaha tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini lebih dari cukup bagi perbankan untuk mencairkan proposal pembiayaan penambahan modal usaha bagi nelayan," lanjut dia.

Sementara itu, AVP Manajemen Produk Konsumer BNI Andi Setianto Rosandi mengatakan, kartu Kusuka sebagai alat pemutakhiran database pelaku usaha. Yang terakses dalam kartu itu tak hanya rekening perbankan, tapi juga satu data yang dikelola KKP.

Kartu tersebut sekaligus mendorong upaya Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mengembangkan cahsless society.

"Harapannya, masyarakat, terutama pelaku usaha perikanan semakin melek perbankan sehingga semua transaksi tak hanya terpusat di kota, tapi juga sampai pinggiran pantai," kata Andi.

Pelaku usaha bisa menggunakan kartu Kusuka mereka di seluruh ATM BNI. Bahkan, kartu tersebut juga sudah terintegrasi dengan ATM bank Himbara, Prima, dan Link. Untuk transaksi di ATM BNI, mereka tak dikenakan biaya sama sekali. Jika daerah tersebut ttak terdapat ATM BNI, maka pelaku usaha bisa mengakses melalui agen 46 yang merupakan perpanjangan tangan BNI di wilayah-wilayah terpencil.

"Dengan hanya menyetor Rp 20.000 bisa langsung aktif rekeningnya," kata Andi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.