Di Depan Pebisnis Finlandia, Jonan Paparkan Upaya Terapkan Energi Terbarukan

Kompas.com - 09/10/2018, 12:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan bagaimana upaya Indonesia beralih dari energi fosil ke energi baru terbarukan.

Hal tersebut ia sampaikan dalam forum bisnis yang dihadiri Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia Anne-Mari Virolainen dan puluhan asosiasi asal Finlandia.

Jonan mengatakan, saat ini Indonesia tengah mengupayakan penggunaan campuran energi paling tidak 23 persen pada 2025.

"Secara realistis, kami tetap tumbuh untuk mencapai target tersebut. Meski langkah kita tidak mudah," ujar Jonan di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Jonan mengatakan ada sejumlah tantangan yang dihadapi untuk mencapainya. Pertama, soal tarif kelistrikan. Hal ini menjadi tantangan yang berat karena kesenjangan di wilayah Indonesia cukup tinggi. Sementara Finlandia merupakan negara yang tarif kelistrikannya paling rendah di Eropa.

Kedua, tantangan bagaimana mencari energi baru terbarukan untuk bahan bakar kendaraan. Kementerian ESDM telah mengeluarkan mandat untuk mengimplementasikan B20 yang terdiri dari 20 persen minyak kelapa sawit dan 80 persen bahan bakar dari fosil.

"Ini tantangan dalam dalam hal logistik transportasi, tapi kita harap kita bisa mencapainya," kata Jonan.

Di sektor publik, Kementerian ESDM telah meminta Perusahaan Listrik Negara untuk mengkonversi sekitar 1.800 megawatt mesin diesel menjadi energi CPO.

Di samping itu, panel tenaga surya juga menjadi sorotan sebagai alternatif energi litrik yang tengah dikembangkan. Jonan mengatakan, panel solar ini bisa jadi sangat menguntungkan jika teknologi yang dimiliki juga semakin mumpuni.

"Dalam waktu dekat kami akan memperkenalkan regulasi yang memperbolehkan rumah tangga dan toko kecil untuk menggunakan solar PV dan juga untuk ekspor dan impor," kata Jonan.

Target Kementerian ESDM ke depan yakni pengurangan emisi hingga 29 persen pada 2030. Jonan mengakui hal ini tak mudah. Namun, nantinya sosialisasi akan digencarkan untuk mengajak masyarakat luas mendukung tujuan tersebut.

"Kami mencoba memperkenalkan inisiatif itu ke publik," kata Jonan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.