Pembayaran dengan QR, BCA Tunggu Persetujuan BI

Kompas.com - 09/10/2018, 20:42 WIB
Ilustrasi kode QR SHUTTERSTOCKIlustrasi kode QR

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengatakan saat ini tengah menantikan regulator merilis standarisasi sistem pembayaran berbasis quick response (QR).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan saat ini BCA sudah memiliki teknologi tersebut dan masih menunggu persetujuan dari regulator dalam hal ini Bank Indonesia (BI).

"Kami harapkan digital next step-nya ke gadget. QR code pun sebenarnya sudah siap, tinggal menunggu persetujuan," tuturnya di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Secara terpisah, Direktur BCA Santoso Liem mengatakan, BCA sudah memiliki QR sebagai pembayaran namun masih closed loop. Teknologi pembayaran menggunakan QR ini antara lain sudah tersedia di aplikasi digital milik BCA yakni SakuKu.

Santoso menyebut, saat ini Bank Indonesia bersama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) tengah melakukan pilot project integrasi QR di Tanah Air.

"BI ingin agar terkoneksi semua. Sekarang sudah piloting, tapi belum diputuskan," ujarnya. 

Santoso yang juga menjadi Anggota ASPI di Komite Standar ini mengatakan masa depan QR ke depan antara lain seluruh QR milik bank dan penyedia jasa pembayaran bakal saling terkoneksi.

Hanya saja, saat ini yang masih menjadi pertimbangan yakni bank atau instansi mana yang bakal ditunjuk BI untuk menjadi penerbit mesin QR yang kelak menjadi standar bagi seluruh penyedia jasa.

"Kami (ASPI) tidak mau perlu banyak mesin pembaca QR, tapi maunya satu saja. Tapi siapa yang menerbitkan? Harus ada QR standar yang bisa diterima semua. Ini yang sedang dibahas," ujarnya.

Bila hal tersebut sudah rampung, kelak QR milik BCA akan bersifat open loop alias bisa diterima oleh seluruh penyedia jasa QR. Menurut Santoso, hal ini terbilang sulit lantaran di beberapa negara tetangga sangat sedikit yang menggunakan standarisasi QR.

Bahkan, negara Singapura pun punya lebih dari satu QR.

"Sebetulnya universal QR ada di China, kami sedang lihat orientasi itu. Untuk benchmark memang lebih banyak dan baik dari China," tuturnya.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Pembayaran menggunakan QR, BCA menanti persetujuan dari BI



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Whats New
Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Whats New
Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Whats New
Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X