Kompas.com - 10/10/2018, 15:37 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm). Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya tidak menyukai keputusan bank sentral AS, Federal Reserve yang terus menaikkan suku bunga acuannya.

Dia mengatakan, saat ini Amerika kondisi ekonomi AS tidak memiliki masalah inflasi. Menurut Trump, langkah The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam upaya menekan harga terlalu cepat.

"Saya pikir kita tidak perlu bergerak terlalu cepat," ujar dia dikutip dari CNBC,  Selasa (9/10/2018), waktu setempat.

Trump menyebut, ketika tak ada tanda-tanda terjadi inflasi, seharusnya belum perlu untuk menekan kenaikan harga di pasar. Dia juga mengatakan, dirinya hingga saat ini belum berbicara dengan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell terkait kenaikan suku bunga ini.

Baca juga: Minimalkan Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed Janji Koordinasi dengan Indonesia

Pada bulan September lalu, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dan meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi mereka untuk tahun ini dan tahun depan.

Hal tersebut menyulut kritik dari Trump yang menyatakan kekhawatirannya tentang kenaikan suku bunga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Trump sebelumnya sempat mengatakan, dirinya tidak antusias dengan keputusan the Fed menaikkan suku bunga, dan dia juga mengungkapkan, Powell bukan sosok banker yang dia harapkan.

Kritik yang datang dari seorang Presiden dan ditujukan kepada Bank Sentral sangat jarang terjadi. Tindakan Trump terhadap The Fed pun dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap independensi bank sentral.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.