Ketidakpastian Global, Pelemahan Rupiah, dan Bagaimana Menyikapinya

Kompas.com - 11/10/2018, 09:19 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com - Dunia saat ini tengah menghadapi kondisi ketidakpastian. Oleh karena itu, setiap negara di dunia termasuk Indonesia harus melakukan adaptasi.

"Kita sedang menghadapi begitu banyak ketidakpastian dan menuntut adaptasi," kata Direktur Eksekutif Departemen Internasional Bank Indonesia (BI) Doddy Zulverdi dalam konferensi pers pertemuan gubernur bank sentral pada Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018) malam.

Doddy menjelaskan, ketidakpastian tersebut di antaranya perubahan kebijakan di negara-negara maju, termasuk AS, yang berdampak kepada banyak negara di dunia termasuk negara-negara berkembang. Akibatnya, nilai tukar mata uang negara-negara berkembang mengalami pelemahan.

Hal ini juga terjadi pada nilai tukar rupiah yang melemah beberapa waktu terakhir. Doddy mengungkapkan, untuk menyikapi pelemahan rupiah, maka yang dilakukan bukan menahannya pada level tertentu.

"Yang dilakukan bukan memaksakan diri menahan nilai tukar pada level berapapun, melainkan melakukan penyesuaian," ujarnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut dijelaskan, yang harus dilakukan adalah penyesuaian terhadap fundamental ekonomi. Indonesia merupakan negara dengan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

Pelemahan rupiah akibat menguatnya dollar AS membuat aliran modal asing pastinya berkurang. Oleh karena itu, pola pikir yang harus tertanam adalah upaya menekan CAD.

Kedua, kata Doddy, semua pelaku ekonomi terutama sektor keuangan atau masyarakat umum yang memiliki kewajiban valas melakukan mitigasi terhadap risiko nilai tukar. Harus dilakukan beragam upaya agar sektor ekonomi memitigasi risiko nilai tukar.

"Salah satunya dengan kemampuan lindung nilai (hedging). Beberapa tahun terakhir kita terus mendorong hedging, membuat instrumen lebih banyak," jelas Doddy.

Oleh karena itu, inti dari permasalahan yang terjadi adalah melakukan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Kemampuan menyesuaikan diri terhadap pergerakan nilai tukar harus diperkuat.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di pasar spot Bloomberg hari ini, Kamis (11/10/2018) berada di level Rp 15.267 per dollar AS. Angka ini melemah dibandingkan pada posisi penutupan perdagangan sehari sebelumnya, yakni Rp 15.200 per dollar AS.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Produsen Emas Asal Malaysia Berencana Ekspansi ke Indonesia

Produsen Emas Asal Malaysia Berencana Ekspansi ke Indonesia

Whats New
Bina Marga Dapat Anggaran Rp 40, 25 Triliun untuk Pembangunan dan Perawatan Infrastruktur

Bina Marga Dapat Anggaran Rp 40, 25 Triliun untuk Pembangunan dan Perawatan Infrastruktur

Rilis
Jasamarga Yakin Penataan Tol Bali Mandara Selesai Tepat Waktu untuk Sambut Presidensi G20

Jasamarga Yakin Penataan Tol Bali Mandara Selesai Tepat Waktu untuk Sambut Presidensi G20

Whats New
Allianz Life Indonesia Catatkan Premi Bruto Rp 3,8 Triliun di Kuartal I-2022

Allianz Life Indonesia Catatkan Premi Bruto Rp 3,8 Triliun di Kuartal I-2022

Whats New
Catat, Pengendara Mobil Wajib Daftar MyPertamina untuk Beli BBM Bersubsidi

Catat, Pengendara Mobil Wajib Daftar MyPertamina untuk Beli BBM Bersubsidi

Whats New
Segera Evaluasi Penerbangan Nasional

Segera Evaluasi Penerbangan Nasional

Whats New
Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga Hingga Bank Mandiri

Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga Hingga Bank Mandiri

Whats New
Panggil Pakar, Panja Komisi VI DPR Bahas Soal Investasi Telkomsel di GoTo

Panggil Pakar, Panja Komisi VI DPR Bahas Soal Investasi Telkomsel di GoTo

Whats New
Ini Cara Daftar Jadi Pengecer Minyak Goreng Rp 14.000 Program Pemerintah

Ini Cara Daftar Jadi Pengecer Minyak Goreng Rp 14.000 Program Pemerintah

Earn Smart
IHSG Pagi Ini Melaju, Rupiah Tak Mampu Bangkit

IHSG Pagi Ini Melaju, Rupiah Tak Mampu Bangkit

Whats New
Dapat Penghargaan, Ini 10 Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

Dapat Penghargaan, Ini 10 Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

Work Smart
PPS Berakhir Hari Ini, Simak Lagi Jenis Kebijakan dan Tata Cara Lapor Harta

PPS Berakhir Hari Ini, Simak Lagi Jenis Kebijakan dan Tata Cara Lapor Harta

Whats New
3 Tips Mengelola Keuangan Keluarga ala Pasangan Mona Ratuliu dan Indra Brasco

3 Tips Mengelola Keuangan Keluarga ala Pasangan Mona Ratuliu dan Indra Brasco

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Tenang, Pegendara Motor Belum Wajib Gunakan MyPertamina untuk Beli Pertalite

Tenang, Pegendara Motor Belum Wajib Gunakan MyPertamina untuk Beli Pertalite

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.