BCA Beri Kelonggaran Penagihan KPR di Palu

Kompas.com - 11/10/2018, 16:24 WIB
Kondisi terkini di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, pascagempa yang mengguncang wilayah tersebut, Jumat (28/9/2018). Kompas.com / Hilda B AlexanderKondisi terkini di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, pascagempa yang mengguncang wilayah tersebut, Jumat (28/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia ( BCA) akan melakukan penundaan penagihan kredit untuk debitur kredit pemilikan rumah (KPR) yang terdampak gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

Executive Vice President of Consumer Credit Business BCA Felicia M Simon mengatakan, saat ini skema restrukturasi kredit sedang digodok dan diajukan ke direksi sebelum bisa diimplementasikan untuk nasabah KPR yang terdampak bencana tersebut.

"Saat ini memang kita sedang menyusun skemanya untuk memberikan keringanan terhadap para nasabah kita yang terkena bencana di Palu dan sedang kita mintakan persetujuan ke direksinya. Tapi dalam waktu segera pasti akan kami keluarkan," ujar Felicia ketika memberikan penjelasan kepada awak media di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Felicia mengatakan, saat ini di Palu terdapat 338 debitur KPR. Adapun pihaknya masih perlu melakukan pendataan jumlah debitur yang terdampak gempa.

"Totalnya ya itu sekitar 300 KPR," ujar dia.

Direktur BCA Finance Petrus Karim menjelaskan, hingga saat ini kantor cabang BCA di Palu masih belum beroperasi meski aliran listrik mulai berangsung nomrla. Sebab, masih banyak karyawan yang harus berbenah.

"Listrik sudah jalan, tapi karyawan kita masih banyak yang perlu benahi kehidupannya masing-masing. Kita juga mengerti situasinya, manusiawi sekali. Jadi kita masih kasih waktu untuk ada yang bisa jalani operasional kalau bisa jalan, tapi kehidupan personalnya mesti beres juga kan, kalau enggak nanti enggak manusiawi," ujar Petrus.

Petrus pun menjelaskan, kerugian finansial akibat bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah tersebut cenderung kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan dana yang dikelola oleh BCA Finance.

"Kecil sekali harusnya karena kami sudah mengelola Rp 47 triliun kalau nggak salah nasional, jadi yang disana hanya ratusan miliar rupiah," ujar dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X