Wamen ESDM Pastikan Stok BBM di Wilayah Bencana Sulteng Aman - Kompas.com

Wamen ESDM Pastikan Stok BBM di Wilayah Bencana Sulteng Aman

Kompas.com - 11/10/2018, 17:19 WIB
Wamen ESDM Archandra Tahar di Ruang Damar Kementerian ESDM Jakarta, Senin (9/4/2018).KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Wamen ESDM Archandra Tahar di Ruang Damar Kementerian ESDM Jakarta, Senin (9/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memastikan stok bahan bakar minyak masih cukup tersedia di wilayah terdampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Ia memastikan perkembangan kondisi Palu, Donggala, dan sekitarnya dengan mengunjungi langsung wilayah tersebut, Kamis (11/10/2018) pagi.

Arcandra juga mengunjungi terminal BBM Donggala untuk melihat stok BBM di sana.

"Stok BBM hingga hari ini terpantau aman dan tidak ada antrian," ujar Arcandra dalam keterangan pers, Kamis.

Arcandra mengatakan, stok solar cukup untuk 25 hari, avtur cukup untuk 22 hari, dan bensin cukup untuk 2 minggu lebih. Persediaan tersebut dianggap masih aman sambil menunggu pasokan berikutnya dari luar.

Sementara itu, sekitar 92 persen SPBU sudah bisa beroperasi kembali.

“SPBU yang operasi sudah 92 persen. 10 SPBU diantaranya bahkan beroperasi 24 jam," kata Arcandra.

Di samping itu, masih ada tiga SPBU di Palu dan Sigi yang rusak dan belum diperbaiki. Arcandra memastikan ketiga SPBU itu bisa beroperasi kembali dengan penanganan yang sesingkat-singkatnya.

Arcandra juga mengecek ketersediaan elpiji di wilayah tersebut. Untuk penyediaan elpiji, Pertamina mengambil kebijakan khusus.

Bagi agen elpiji yang sebelumnya tidak menyalurkan elpiji 3 kilogram, kini diperintahkan untuk menyalurkan elpiji tabung 3 kilogram juga. Untuk menjaminan pasokan elpiji, tim telah melakukan 94 kali operasi pasar sejak 3 Oktober 2018.

"Khusus hari ini sejumlah 31 titik operasi pasar elpiji juga dilakukan di Palu, Donggala dan Sigi,” imbuh Arcandra.

Selain itu, pasokan listrik di wilayah Palu, Donggala, dan sekitarnya perlahan-lahan mulai pulih. Saat ini, sudah 100 persen gardu induk dan penyulanh di Palu sudah beroperasi kembali.

Daya mampu pembangkit bisa memasok 101 megawatt yang berasal dari 2 pembangkit. Arcandra menyebut, 66 genset telah disediakan membantu penerangan di Palu, Sigi dan Donggala dengan masing-masing kapasitas 5,5 kilowatt.

“Kami harapkan bisa segera pulih seperti semula, pasokan listrik 101 MW saat ini diharapkan akan menjadi 125 MW untuk menuju kondisi semula,” sebut Arcandra.

Dalam kunjungannya, Arcandra juga ikut memetakan daerah rawan. Ia meninjau Kelurahan Balaroa, Palu Barat yang merupakan salah satu lokasi terdampak likuifaksi di Kota Palu. Arcandra menyampaikan bahwa tim Kementerian ESDM, khususnya melalui Badan Geologi akan memetakan kembali daerah yang aman untuk ditinggali di wilayah Palu dan sekitarnya.

“Tim kita akan turun, memetakan kembali daerah yang aman untuk ditinggali dan mana daerah yang rawan likuifaksi,” tutur Arcandra.



Close Ads X