BCA dan AIA Luncurkan Produk Asuransi Proteksi Penyakit Kritis - Kompas.com

BCA dan AIA Luncurkan Produk Asuransi Proteksi Penyakit Kritis

Kompas.com - 11/10/2018, 18:12 WIB
Suasana peluncuran BCA Prima di Jakarta, Kamis (11/10/2018).Mutia Fauzia Suasana peluncuran BCA Prima di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bekerja sama dengan AIA dalam meluncurkan produk bancassurance terbaru, yakni Proteksi Penyakit Kritis Maksima (PRIMA).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan, kerja sama antara BCA dan perusahaan asuransi AIA yang merupakan produk asuransi tradisional yang memberikan proteksi penyakit kritis seumur hidup.

"Dengan membayar premi 10 atau 20 tahun, mendapatkan perlindungan tiga risiko, yakni penyakit kritis, meninggal, dan meninggal akibat kecelakaan," ujar dia ketika memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (11/10/2018).

Presiden Direktur AIA Financial Ben Ng, mengatakan peluncuran PRIMA dilandasi atas kesamaan visi kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi perencanaan keuangan dan proteksi yang komprehensif.

"Melalui kemitraan dengan BCA, kami berharap dapat membuka akses inklusi asuransi jiwa yang lebih luas serta mengedukasi masyarakat akan pentingnya memiliki perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk proteksi penyakit kritis,” ujar Ben.

Sebagai informasi, PRIMA memberikan perlindungan terhadap 60 kondisi penyakit kritis major (termasuk kanker dan serangan jantung), dan Tindakan Bedah Angioplasti. Besar premi mulai dari Rp 300.000 dengan masa pembayaran premi yang dapat dipilih yaitu 10 atau 20 tahun, dan manfaat nilai tunai.

Nasabah akan mendapat perlindungan hingga seumur hidup, premi yang dibayarkan juga tetap berdasarkan usia masuk dan tidak berubah sepanjang masa pembayaran.

Adapun beberapa manfaat dari Asuransi PRIMA antara lain, manfaat meninggal sebesar 100 persen uang pertanggungan, manfaat meninggal akibat kecelakaan sebesar 200 persen uang pertanggungan, penyakit kritis minor sebesar 100 persen uang pertanggungan, tindakan bedah angioplasti sebesar 25 persen uang pertanggungan (maksimal Rp 250 juta), penyakit kritis minor (opsional) sebesar 25 persen uang pertanggungan, dan manfaat akhir polis sebesar 100 persen uang pertanggungan.

“Produk asuransi tradisional yang memberikan proteksi penyakit kritis seumur hidup ini merupakan yang pertama dipasarkan melalui jalur distribusi bancassurance melalui BCA dan diharapkan dapat memberikan multiple coverage kepada masyarakat terhadap proteksi kesehatannya,” ujar Suwignyo.


Close Ads X