Indeks Modal Manusia Indonesia Masih Rendah, Ini Kata Sri Mulyani - Kompas.com

Indeks Modal Manusia Indonesia Masih Rendah, Ini Kata Sri Mulyani

Kompas.com - 11/10/2018, 18:26 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).

NUSA DUA, KOMPAS.com - Grup Bank Dunia siang tadi mengeluarkan Indeks Modal Manusia atau Human Capital Index (HCI) yang menempatkan Indonesia dalam peringkat ke-87 dari 157 negara.

Indonesia mendapat nilai atau skor 0,53 yang lebih baik dari rata-rata negara berpenghasilan menengah ke bawah, namun masih kalah dari negara-negara Asia Timur dan Pasifik.

Melihat capaian tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ada sejumlah hal yang telah jadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perhatian yang dimaksud ada di beberapa bidang, yakni pendidikan, kesehatan, dan generasi milenial.

"Sebagai bagian dari strategi penanganan human capital, Indonesia telah mengalokasikan 20 persen anggaran untuk pendidikan, meningkatkan kualitas guru, manajemen sekolah dan proses belajar mengajar peserta didik," kata Sri Mulyani melalui keterangan tertulis, Kamis (11/10/2018) malam.

Baca juga: Sri Mulyani: Teknologi adalah Kesempatan, Bukan Ancaman

Untuk pendidikan, Sri Mulyani menambahkan pemerintah sudah memberi perhatian lebih dalam hal pendidikan vokasi untuk mempersiapkan generasi saat ini masuk dalam revolusi industri atau Industry 4.0. Selain itu, perhatian yang sama juga diberikan untuk pengembangan teknologi informasi hingga melibatkan sektor swasta dalam pendidikan.

Mengenai perkembangan digital, pemerintah juga mengupayakan meningkatkan kebijakan strategis dengan meningkatkan kurikulum pendidikan, kompetensi pekerja melalui pelatihan vokasi dan program magang, serta memperluas pelaksanaan sertifikasi profesi. Ke depan, Sri Mulyani menjanjikan untuk terus belajar dari negara lain dalam hal pengembangan human capital.

"Human Capital Index yang diluncurkan Bank Dunia menjadi sangat penting, dan kami menyatakan siap bekerja sama karena Indonesia memiliki pengalaman berharga dalam investasi human capital," tutur Sri Mulyani.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X