Di Hadapan Pimpinan ASEAN, Jokowi Sampaikan Langkah Hadapi Tantangan Global - Kompas.com

Di Hadapan Pimpinan ASEAN, Jokowi Sampaikan Langkah Hadapi Tantangan Global

Kompas.com - 11/10/2018, 19:42 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) mendampingi Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kiri) saat mengadakan pertemuan bilateral di sela Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Veri Sanovri/hp/2018Veri Sanovri Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) mendampingi Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kiri) saat mengadakan pertemuan bilateral di sela Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Veri Sanovri/hp/2018

NUSA DUA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo dalam pertemuan ASEAN Leaders Gathering sore tadi menyampaikan beberapa hal dalam rangka menghadapi tantangan global di kawasan Asia Tenggara ke depan. Jokowi juga mengingatkan bahwa kinerja perekonomian negara-negara di Asean tidak kalah dengan negara lain.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi Asean masih di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Capaian SDGs (Sustainable Development Goals) di ASEAN cukup maju, angka kemiskinan telah turun sekitar 68 persen dalam 15 tahun," kata Jokowi melalui konferensi pers usai menghadiri acara tersebut, Kamis (11/10/2018).

ASEAN Leaders Gathering merupakan salah satu dari rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Menurut Jokowi, selepas ASEAN Leaders Gathering tadi, para pemimpin negara di Asia Tenggara juga sepakat mengenai pentingnya mengurangi disparitas dan jurang pembangunan di negara masing-masing.

"Langkah ini penting untuk memastikan no one left behind," tutur Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Tanpa Kegagalan, Inovasi Tak Akan Ada

Adapun beberapa hal yang disampaikan Jokowi dalam forum tersebut adalah pentingnya untuk mulai memikirkan mekanisme kerja sama kawasan dan global bagi pembangunan yang berkelanjutan pascabencana. Pesan ini senada dengan inisiatif Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang mengangkat topik tentang pembiayaan dan asuransi berbasis risiko bencana.

Kemudian, Jokowi juga menyinggung pentingnya memprioritaskan pembangunan yang berkelanjutan dalam hal target nasional di masing-masing negara. Kemudian, perlunya sinergi antara organisasi di kawasan dan organisasi internasional, serta lembaga keuangannya dalam rangka mencapai target pembangunan yang berkelanjutan.

"Terkait dengan (organisasi) ASEAN penting bagi Asean dan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk terus menyinergikan ASEAN Community Vision 2025 dengan Development Agenda 2030," ujar Jokowi.

Guna mencapai target pembangunan yang berkelanjutan, menurut Jokowi, salah satu tantangannya adalah masalah pendanaan. Maka dari itu, Indonesia dalam hal ini mendorong diterapkannya sumber pendanaan inovatif, seperti blended finance.

"Kemajuan teknologi juga harus digunakan untuk pencapaian SDGs. Dalam kaitan ini, saya mencontohkan berkembangnya aplikasi Ruang Guru di Indonesia," sebut Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi sekaligus menyampaikan capaian Indonesia yang telah menurunkan angka kemiskinan menjadi satu digit, meningkatnya akses air bersih untuk rumah tangga, peningkatan akses layanan kesehatan, dan turunnya angka stunting. Tingkat pendidikan yang makin berkualitas juga disebut Jokowi melalui indikator angka partisipasi kasar pada pendidikan dasar sebesar 108,5 persen.



Close Ads X