Elektabilitas Jokowi Dianggap Masih Aman Meski Harga BBM Dinaikkan

Kompas.com - 12/10/2018, 11:59 WIB
Ilustrasi SPBU KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi SPBU

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menganulir sendiri pernyataan Menteri ESDM Ignasius Jonan mengenai rencana kenaikan BBM jenis premium. Alasannya, kenaikan harga batal atas instruksi Presiden Joko Widodo.

Belum diketahui alasan Jokwoi akhirnya membatalkan kenaikan harga premium. Jika ditarik ke kondisi politik, kenaikan harga BBM dikhawatirkan dapat mempengaruhi elektabilitas Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019.

Akan menjadi sentimen buruk jika di akhir masa jabatan lima tahunnya memberi "hadiah" berupa kenaikan harga BBM. Namun, seberapa jauh kenaikan harga BBM akan menggoyang posisi Jokowi dalam pemilu?

Analis Universal Broker Satrio Utomo menilai, pasar tidak akan terlalu bereaksi. Kenaikan harga BBM akan dianggap sebagai hal yang wajar saja mengingat dalam 1,5 tahun terakhir, pemerintah menahan harga BBM subsidi dan premium.

"Orang akan lihat kalau (harga) BBM naik memang sudah waktunya. Pasar tidak begitu menganggap penting," ujar Satrio.

Apalagi, sejumlah survei menyatakan bahwa Jokowi masih unggul dibandingkan lawannya, Prabowo Subianto. Dengan demikian, kenaikan harga BBM tidak secara otomatis membuat Jokowi kalah dalam laga Pilpres.

"Pemilu tahun depan masih jauh sehingga impact terhadap elektabilitas Jokowi mungkin hanya short-term dan tidak akan buat Jokowi kalah," kata Satrio.

Satrio menganggap ini saat yang tepat untuk menaikkan harga BBM subsidi. Jika tidak dilakukan sekarang, maka defisit anggaran Pertamina makin melebar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.