ADB Bantu 1 Miliar Dollar AS untuk Penanganan Bencana di Sulteng - Kompas.com

ADB Bantu 1 Miliar Dollar AS untuk Penanganan Bencana di Sulteng

Kompas.com - 12/10/2018, 17:37 WIB
Petugas gabungan menemukan jenasah korban gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas gabungan menemukan jenasah korban gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.

NUSA DUA, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Asia ( ADB) secara resmi memberikan bantuan senilai 1 miliar dollar AS bagi Indonesia yang diperuntukkan bagi penanganan daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah.

Bantuan berupa pinjaman anggaran darurat dan pinjaman proyek tersebut disampaikan Presiden ADB Takehiko Nakao kepada Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

"Bantuan 1 miliar dollar AS itu terdiri atas pinjaman bantuan anggaran darurat 500 juta dollar AS. ADB juga siap memberi pembiayaan tambahan sekitar 500 juta dollar AS melalui pinjaman proyek," kata Nakao melalui keterangan tertulisnya, Jumat (12/10/2018).

Pinjaman bantuan anggaran darurat akan dipakai untuk penanganan korban bencana dan hal terkait lainnya yang masih dibutuhkan di lapangan. Sementara pinjaman proyek dikhususkan untuk mendukung rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana, seperti pasokan air dan sanitasi, sekolah, jalan dan jembatan, hingga jaringan listrik.

Baca juga: Cerita di Balik Standing Applause Tamu IMF-Bank Dunia Usai Pidato Jokowi

Nakao menjelaskan, bantuan darurat dengan total 1 miliar dollar AS ini di luar program pinjaman reguler ADB bagi Indonesia yang rata-rata mencapai 2 miliar dollar AS tiap tahunnya. Pinjaman bantuan darurat ini memiliki ketentuan khusus, di antaranya masa tenggang 8 tahun dan masa pembayaran kembali selama 32 tahun, di mana lebih lama dari ketentuan biasanya.

"ADB juga akan memberi bantuan teknis guna mendukung kajian kebutuhan kerusakan yang dipimpin pemerintah, dan juga perencanaan pemulihan serta rekonstruksi," tutur Nakao.

Pemberian pinjaman bantuan darurat dari ADB dikoordinasikan oleh pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait. Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Adapun pada 8 Oktober 2018 lalu, ADB juga telah menyetujui hibah darurat 3 juta dollar AS yang berasal dari Dana Tanggap Bencana Asia Pasifik. Hibah darurat itu dikucurkan untuk membantu proses tanggap darurat yang sifatnya segera terhadap bencana di Sulawesi Tengah.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X