Kementerian ESDM Petakan Wilayah Aman untuk Ditinggali di Sulteng - Kompas.com

Kementerian ESDM Petakan Wilayah Aman untuk Ditinggali di Sulteng

Kompas.com - 12/10/2018, 19:30 WIB
Tim SAR menemukan korban hilang akibat gempa bumi di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). Petobo menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa karena dilalui sesar Palu Koro.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Tim SAR menemukan korban hilang akibat gempa bumi di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). Petobo menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa karena dilalui sesar Palu Koro.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah memetakan wilayah di Palu, Sulawesi Tengah yang aman untuk dihuni.

Pemetaan itu dilakukan untuk memitigasi jatuhnya korban akibat dari bencana gempa bumi.

"Ada empat lokasi, tapi masih dalam bentuk kajian, tim badan geologi terus mencari lagi supaya nanti alternatifnya banyak. Kita mencari alternatif yang ideal, paling tidak meminimalisir lah untuk terjadi korban. Empat lokasi itu ada di Duyu, Talise, Sidera, dan Balaroa," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar di kantor ESDM, Jumat (12/10/2018).

Rudy menjelaskan, keempat lokasi tersebut nantinya akan dikaji lebih dalam lagi. Setelah proses pengkajian baru lah lokasi-lokasi tersebut ditekomendasikan untuk dibangun.

"Baru hari ini tim geologi mengidentifikasi keamanannya, jadi belum ditetapkan. Kita harus tahu dulu lahannya punya siapa," kata Rudy.

Rudy menyampaikan, kajian ini akan dirampungkan dalam waktu satu bulan. Hasil kajian tersebut nantinya akan dijadikan sebagai bahan rekomendasi apakah nantinya akan dibangun hunian lagi atau tidak.

"Kemarin ada rapat koordinasi dengan Gubernur kemarin kita sudah mencari alternatif lokasi secara bersama-sama bukan Tim Badan Geologi saja ada Tim PUPR, Tim ATR BPN khususnya karena menyangkut dengan lahan, juga Pemda," ucap dia.


Close Ads X