Negara Berkembang Sepakat Bawa Isu Perang Dagang ke WTO - Kompas.com

Negara Berkembang Sepakat Bawa Isu Perang Dagang ke WTO

Kompas.com - 13/10/2018, 19:22 WIB
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kedua kiri duduk) berfoto bersama dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 sebelum melakukan pertemuan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). Agenda tersebut membahas tentang risiko terhadap prospek ekonomi global dan memastikan Asosiasi Fiskal Internasional yang tangguh. ANTARA/KOMINFO/ICom/AM IMF-WBG/NICKLAS HANOATUBUN Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kedua kiri duduk) berfoto bersama dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 sebelum melakukan pertemuan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). Agenda tersebut membahas tentang risiko terhadap prospek ekonomi global dan memastikan Asosiasi Fiskal Internasional yang tangguh.

NUSA DUA, KOMPAS.com - Negara-negara berkembang anggota IMF dan Bank Dunia sepakat melaporkan tentang dampak negatif perang dagang ke World Trade Organization (WTO).

Kesepakatan untuk melaporkan hal tersebut ke organisasi yang khusus mengatur tentang perdagangan internasional itu dicapai dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

"Mengenai perdagangannya sendiri, semua sepakat bahwa masalah perdagangan ini harus diselesaikan bersama. Pada akhirnya, sinergi kolaborasi kebijakan dibutuhkan. Dibawalah isu perdagangan ini ke isu multilateral, ke dalam WTO, untuk mencari solusinya," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam konferensi pers di Nusa Dua Beach Hotel, Sabtu (13/10/2018).

Baca juga: Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali Diapresiasi Para Delegasi

Dody menyampaikan, penegasan untuk bersama-sama melawan dampak negatif perang dagang telah disuarakan oleh Presiden Joko Widodo.

Kepala Negara menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 yang merupakan momen bagi perwakilan 189 negara anggota IMF berkumpul, sekaligus sebagai acara puncak dari Pertemuan Tahunan.

Jokowi menyampaikan pesannya dengan mengumpamakan cerita serial televisi Game of Thrones.

Menurut dia, di kala negara-negara besar saling menyerang melalui kebijakan perdagangannya, justru ada ancaman lain yang menyasar seluruh negara, baik yang kaya maupun miskin.

Baca juga: AP II Sepakati 3 Kerja Sama dalam Acara IMF, Ini Rinciannya

Oleh karena itu, menurut Jokowi, hal yang harus ditempuh saat ini adalah kerja sama untuk keberlanjutan seluruh negara di dunia.

"Seperti disampaikan dalam pidatonya Presiden, bahwa tidak ada satu negara pun yang diuntungkan. The winner atau the loser pasti akan mengalami kerugian. Itu memang pada akhirnya, sinergi kolaborasi kebijakan dibutuhkan," tutur Dody.

Ketika ditanya lebih lanjut apa langkah konkret dari kesepakatan atau komitmen negara berkembang tersebut, Dody belum menjelaskannya.

Namun, dia memastikan akan ada langkah lanjutan dan momen yang tepat hingga secara resmi melaporkan ke WTO.



Close Ads X