Delegasi Pertemuan IMF-Bank Dunia Puji Upaya Indonesia Tangani Bencana - Kompas.com

Delegasi Pertemuan IMF-Bank Dunia Puji Upaya Indonesia Tangani Bencana

Kompas.com - 14/10/2018, 12:49 WIB
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Direktur IMF Christine Lagarde, Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat mengunjungi korban gempa di Lombok Barat, Senin (8/10/2018).KOMPAS.com/ FITRI RACHMAWATI Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Direktur IMF Christine Lagarde, Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat mengunjungi korban gempa di Lombok Barat, Senin (8/10/2018).

NUSA DUA, KOMPAS.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan, hampir seluruh pemerintah negara-negara asing yang hadir di Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia 2018 memberikan bantuan untuk bencana alam di Lombok maupun Sulawesi Tengah.

Ini termasuk pula lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

Tidak hanya itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Direktur Utama Bank Dunia Kristalina Georgieva juga telah meninjau langsung kondisi Kota Palu pascabencana. Menurut mereka, Indonesia memiliki resiliensi dan solidaritas yang sangat kuat.

“(Indonesia) amazingly respond pada post crisis disaster. Betapa respon pemerintah sangat efektif dan punya leadership. Bahkan, dia bilang Indonesia punya ambisi untuk rehabilitasi dengan sangat cepat,” jelas Sri Mulyani di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018).

Menurut dia, pandangan tersebut sangat berarti, sebab dilontarkan oleh orang-orang yang pernah pergi ke berbagai tempat di dunia untuk menyaksikan krisis secara langsung. Para delegasi tersebut menyampaikan kesan bagaimana Indonesia dapat mengatasi bencana, termasuk pengungsi dalam waktu sepekan.

“Mungkin Anda lihatnya beda, saya lihat ke Haiti dalam setahun masih banyak puing tidak bergerak,” tutur Sri Mulyani.

Ia pun mengungkapkan, para delegasi terkesan dengan sinergi yang erat oleh berbagai pihak dalam memulihkan daerah-daerah bencana, ini termasuk BUMN, Polri, maupun TNI. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di negara-negara lainnya yang juga terkena bencana.

Dana pemulihan pascabencana

Sri Mulyani menuturkan, pemerintah menggunakan APBN untuk pemulihan Lombok dan Palu pascabencana. Sejauh ini, anggaran yang berasal dari APBN sudah cukup dan akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.

Adapun ADB juga telah menggelontorkan dana hibah sebesar 3 juta dollar AS untuk pemulihan pascabencana di Indonesia. ADB pun mengumumkan memberikan pendanaan 1 miliar dollar AS untuk menghadapi ketidakpastian global dan bencana.

“Mereka biasanya kirim tim (untuk) lihat, rapid damage assessment mereka buat pakai data satelit, combine after-before, lihat lokasinya, datanya,” ujar Sri Mulyani.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X