Skema Pembiayaan Ekspor RI Dipromosikan di Pertemuan IMF-Bank Dunia

Kompas.com - 14/10/2018, 14:20 WIB
Pertemuan pembahasan skema pembiayaan di Indonesia oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Sofitel Hotel Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANPertemuan pembahasan skema pembiayaan di Indonesia oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Sofitel Hotel Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018).

NUSA DUA, KOMPAS.com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mempromosikan skema pembiayaan ekspor Indonesia dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Luar Negeri, dan sejumlah BUMN.

Pertemuan ini merupakan penguatan skema pembiayaan Indonesia untuk memajukan ekspor dan outbound investment Indonesia yang mengundang para menteri  keuangan dari sejumlah negara Afrika dan Asia, seperti Angola, Kamerun, Ethiopia, Gabon, Mozambik, Namibia, Niger, Tanzania, Somalia, Banglades, Timor Leste, dan negara lainnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indwarati menjelaskan, Indonesia berkomitmen meningkatkan kerja sama ekonomi dengan pasar prospektif, sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Ia berharap pertemuan bersama mitra Indonesia di pasar prospektif ini dapat disusun sebuah kebijakan dan terobosan yang sesuai dengan harapan para mitra Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat regulasi nasional dan menciptakan inovasi-inovasi dalam menghadapi kendala yang dirasakan BUMN dan pelaku usaha RI ketika melakukan ekspansi usahanya, terutama ke pasar Afrika.

"Salah satu alternatif yang dapat ditempuh pemerintah Indonesia adalah dengan mengembangkan skema counter-purchase. Ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan mengingat pentingnya dilakukan penguatan strategi pembiayaan ekpor Indonesia," ujarnya di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018).

Diharapkan pertemuan-pertemuan lanjutan tersebut dapat menjadi suatu proses memonitor kerja sama ekonomi konkret yang sedang dijajaki bersama oleh Indonesia dan mitra-mitranya di pasar prospektif.

Hingga tahun 2018, melalui keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan, LPEI telah menerima sebanyak 5 penugasan khusus dengan total alokasi dana sebesar Rp 2,7 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X