Kata Presdir Goodyear yang Diminta Mengundurkan Diri oleh Preskom

Kompas.com - 15/10/2018, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perlahan namun pasti, kinerja PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) mengalami perbaikan. Sampai semester I 2018, perusahaan berhasil mencatat pertumbuhan positif baik dari topline dan bottomline. Namun di tengah upaya perbaikan kinerja tersebut, kabar tak sedap menghantui perusahaan akibat konflik internal yang terjadi.

Seperti dilansir Kontan.co.id,  Presiden Komisaris GDYR Michael Lee Dreyer disebut secara sepihak memberhentikan Loi Siew Kee atau Allan Loi dari jabatannya sebagai Presiden Direktur perusahaan serta mencabut seluruh akses terhadap perusahaan.

Namun Rapat Umum Pemegang Saham sendiri yang dilakukan pada awal bulan ini, memutuskan tetap mempertahankan Allan Loi sebagai Presiden Direktur perusahaan dan hanya menunjuk dua direktur baru.

Allan Loi yang ditemui di salah satu kedai kopi di Kemang, Jakarta Selatan menuturkan bahwa saat ini posisinya di dalam struktur perusahaan masih menggantung. Pasalnya, permintaan mundur dari Presiden Komisaris Michael Lee Dreyer sudah keluar pada awal Agustus tahun ini.

Baca juga: Ditjen Pajak Bersiap Hadapi Sengketa Pajak dengan Google

 

Allan diminta berhenti dari jabatan sebagai Presiden Direktur GDYR dan Direktur Penjualan Ban Truk dan Bus untuk regional Asia.

“Ada surat-surat yang dia minta saya tandatangani, ada surat pengunduran diri dan surat agreement, ada tiga surat. Saya bilang tidak bisa, saya sudah 10 tahun dengan perusahaan jadi biar saya pikir dulu dan saya ingin meeting dengan pengacara saya,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (12/10/2018).

Allan menyampaikan, salah satu alasan mengapa dirinya tak segera menandatangai surat-surat tersebut adalah karena tidak paham apa yang menyebabkan dirinya diminta mundur dari jabatan yang dia emban saat ini.

Menurut dia, dari sisi kinerja perusahaan, dirinya telah melakukan upaya perbaikan. Terlihat dari membaiknya kinerja yang dialami perusahaan sampai semester I tahun ini.

Penjualan perusahaan sepanjang semester I meningkat 4,46 persen dari 75,75 juta dollar AS menjadi 79,13 juta dollar AS. Semua penjualan baik segmen ban, ban dalam dan barang setengah jadi tercatat meningkat. Apalagi dirinya juga mengatakan sampai tengah tahun ini berhasil mencatat laba sebesar 1,02 juta dollar AS dari sebelumnya merugi 2,3 juta dollar AS.

“Kalau (alasannya) dari segi performance dia tidak bisa suruh saya pergi, jadi alasan dia restrukturisasi,” lanjutnya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.