KILAS EKONOMI

Hadiri HPS ke-38, Jokowi akan Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa

Kompas.com - 15/10/2018, 18:15 WIB
Presiden Jokowi saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri dan para pejabat di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Istana Negara (10/10/2018) Dok. KemeneristekdiktiPresiden Jokowi saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri dan para pejabat di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Istana Negara (10/10/2018)


KOMPAS.com
- Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 di Kalimantan Selatan pada 18 – 21 Oktober 2018 mendatang.

Pada momen itu Presiden juga akan mencanangkan program optimalisasi lahan rawa untuk peningkatan produksi pangan nasional. Program strategis ini digalakan karena lahan rawa memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, peningkatan produksi pangan nasional selama ini masih bertumpu pada lahan sawah irigasi, sedangkan lahan suboptimal seperti rawa belum termanfaatkan secara maksimal.

Untuk itu, Amran menugaskan jajarannya untuk membuat instrumen program terobosan yang dapat mengoptimalkan fungsi lahan rawa sebagai lahan pertanian. Instrumen tersebut meliputi kebijakan, riset, inovasi, dan kewirausahaan.

Lahan rawa yang akan dikonversi menjadi kawasan pertanian diprioritaskan pada lahan rawa yang ditumbuhi semak belukar yang memang secara ekologi cocok untuk kegiatan budidaya pertanian.

BACA JUGA:  Padi Rawa Siap Panen pada Peringatan Hari Pangan Sedunia 2018

Berdasarkan kriteria tersebut, ketersediaan lahan rawa untuk perluasan area pertanian (ekstensifikasi) seluas 7,52 juta hektar (ha).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prioritas lainnya adalah merevitalisasi rawa bokor yang mencapai 2 juta ha. Rawa bokor adalah lahan rawa yang pernah dibuka, namun belum dibudidayakan.

Lahan terbengkalai ini dapat diaktifkan kembali dengan memperbaiki sistem tata air, baik makro maupun mikro. Dengan pembukaan lahan rawa baru dan merevitalisasi rawa bokor, maka Indonesia memiliki potensi lahan rawa untuk kegiatan pertanian seluas 9,52 juta ha.

Angka tersebut lebih besar dibanding lahan sawah yang saat ini digarap petani Indonesia seluas 8,1 juta ha.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.