Impor Migas Turun, Efek B20 Belum Terlihat

Kompas.com - 15/10/2018, 18:30 WIB
Biosolar B20 PertaminaDok. Pertamina Biosolar B20 Pertamina

JAKARTA, KOMPAS.com - Impor migas pada September 2018 turun 25,2 persen atau senilai 767,2 juta dollar AS dibandingkan Agustus 2018. Diketahui, dalam satu tahun terakhir, impor migas tertinggi terjadi pada Agustus 2018 sebesar 3,04 miliar dollar AS.

Penurunan ini lantas dikaitkan dengan upaya pemerintah mendorong penggunaan campuran biodiesel 20 persen atau B20. Namun, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti menganggap penerapan B20 belum berpengaruh signifikan terhadap turunnya impor migas.

"Dengan adanya kebijakan B20 ini pun juga belum terlalu kelihatan," ujar Yunita di kantor BPS, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Namun, Yunita belum mengetahui apakah secara perlahan penerapan B20 akan berdampak signifikan untuk menekan impor migas. Ia berharap kebijakan pemerintah itu bisa membantu mengurangi impor biodiesel yang selama ini cukup tinggi.

"Harapannya paling tidak impor diesel berkurang dengan adanya campuran (minyak nabati) 20 persen," kata Yunita.

Sebelumnya diberitakan, penurunan impor migas dipicu turunnya nilai impor seluruh komponen migas, yakni minyak mentah turun 31,9 persen senilai 332,6 juta dollar AS, hasil minyak turun 23,06 persen atau senilai 391,1 juta dollar AS, dan gas turun 14,3 persen senilai 43,9 juta dollar AS.

Volume impor migas pada September 2018 juga turun 26,71 persen menjadi 3,5 juta ton dari Agustus 2018 sebesar 4,8 ton. Turunnya impor migas salah satu penyumbang surplus pada neraca perdagangan September 2018. Data BPS menunjukkan bahwa neraca perdagangan September surplus 230 juta dollar AS.

"Migas pada September defisit minus 1,07 miliar dollar AS. Baik minyak mentah maupun hasil minyak defisit," tutur Yunita.




Close Ads X