KILAS EKONOMI

10 Hal yang Wajib Diketahui Usai RI Kuasai 51 Persen Saham Freeport

Kompas.com - 17/10/2018, 10:00 WIB
Areal tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, Timika, Papua, Kamis (24/11/2011). KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTOAreal tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, Timika, Papua, Kamis (24/11/2011).

Sejak 1967 Indonesia hanya memiliki 9,36 persen saham PTFI dan perusahaan tambang Amerika Serikat Freeport McMoRan (FCX) memiliki 90,64 persen.

Baru setelah 51 tahun, melalui proses divestasi tersebut saham PTFI sebesar 51.2 persen dimiliki mayoritas oleh Indonesia melalui PT Inalum.

3. Harga sepadan

Untuk mendapatkan kepemilikan 51,2 persen, Inalum membayar 3,85 miliar dollar AS atau Rp 56 triliun ke FCX.

Harga ini bagus dan bahkan lebih rendah dibandingkan perhitungan Ikatan Ahli Geologi Indonesia yang sebesar Rp 4,5 miliar dollar AS tahun 2017.

Biaya ini juga nanti akan tertutup oleh laba bersih PTFI yang rata-rata dia tas Rp 2 miliar dollar AS per tahun setelah 2022.

Direktur Eksekutif RefoMiner Institute, Komaidi Notonegoro menyakini hal tesebut

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau produksi sudah jalan, otomatis ada revenue. Dan kalau beli PTFI maka Inalum kan dapat sharing-nya, tidak hanya dapat deviden. Mereka berani hutang Rp55 triliun pasti sudah ada kalkulasinya," ujar Komaidi.

4. Tidak bisa diambil gratis

Jika menunggu hingga kontrak karya (KK) habis di tahun 2021, bukan serta-merta Indonesia bisa memperoleh Freeport secara gratis.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.