GAPKI Klaim Rupiah Bisa Sentuh Rp 20.000 Per Dollar AS Jika Tak Ada Sawit

Kompas.com - 17/10/2018, 11:40 WIB
Ilustrasi kelapa sawit AFP PHOTO / ADEK BERRYIlustrasi kelapa sawit

BENGKULU, KOMPAS.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( GAPKI) mengklaim nilai tukar rupiah bisa terpuruk hingga Rp 20.000 per dollar AS jika tidak ada kelapa sawit.

Ketua Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Tofan Mahdi, mengatakan salah satu penyelamat rupiah adalah kelapa sawit.

"Bahkan nilai tukar rupiah bisa terpuruk mencapai Rp 20.000 per dollar AS bahkan lebih. Salah satu penyelamat rupiah yakni dengan memperkuat ekspor. Termasuk sawit," kata Tofan di Bengkulu, dalam diskusi GAPKI bersama jurnalis, Selasa (16/10/2018). 

Sejauh ini GAPKI mencatat ekspor minyak sawit saat masih memiliki pasar baru yang belum digarap dan pasar yang ada perlu ditingkatkan lagi. Selanjutnya yang tidak kalah penting program mandatory biodisel ini diharapkan akan meningkatkan daya serap pasar minyak sawit dalam negeri.

"Kami berharap pemerintah tingkatkan ekspor sawit agar rupiah menguat," sebutnya.

Selain itu Tofan juga mengkhawatirkan masih derasnya isu negatif terhadap sawit. Isu negatif tersebut beragam mulai dari kerusakan lingkungan hidup, agraria, buruh, termasuk pelanggaran HAM.

Akibat isu tersebut dapat melemahkan geliat perekonomian di bidang perkelapasawitan nasional. Tofan juga mengeluhkan derasnya berita dan hoaks seputar bisnis kelapa sawit.

"Kami berharap ada komunikasi antara industri kelapa sawit dengan media massa sehingga hoaks seputar bisnis kelapa sawit dapat ditekan," sebutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X