Ada 60 Juta Gamers, Potensi Iklan di "Game Mobile" Kurang Dilirik

Kompas.com - 17/10/2018, 21:48 WIB
Ilustrasi bermain football mobile games ShutterstockIlustrasi bermain football mobile games

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia merupakan pasar mobile gaming terbesar di Asia Tenggara. Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi para pengiklan untuk melakukan penetrasi pasar marketingnya lewat iklan-iklan di game mobile.

Dalam laporan yang diluncurkan oleh POKKT menyoroti potensi mobile gaming sebagai media untuk pengiklan dilaporan berjudul 'The Power of Mobile Gaming in Indonesia'.

Laporan itu diluncurkan bersama dengan Mobile Marketing Association (MMA) dan Decision Lab, laporan ini berbagi data dan wawasan terbaru tentang tren mobile gaming di Indonesia.

Dalam laporan juga dijelaskan lebih lanjut fakta bahwa mobile games adalah platform yang besar bagi mobile advertising di Indonesia.

Baca juga: Jalan Terjal Pengembang Lokal dalam Industri Game di Indonesia

"Meskipun gamers cenderung dianggap berasal dari generasi yang lebih muda, penelitian ini membuktikan sebaliknya dan menghapus stereotype seorang gamer. Sementara itu, penerimaan terhadap iklan di mobile games lebih tinggi karena 55 persen gamers menganggap bahwa iklan yang ada di gaming platform lebih terpersonalisasi,” kata Managing Director MMA di Asia Pasifik Rohit Dadwal di Jakarta, Rabu (17/8/2018).

Dengan lebih dari 60 juta gamers, segmen mobile gaming di Indonesia mengalami pertumbuhan yang amat pesat dan diperkirakan menyentuh setidaknya 100 juta mobile gamers pada 2019-2020. Basis gamers di Indonesia terdiri dari 49 persen pengguna ponsel laki-laki dan 51 persen pengguna ponsel perempuan.

Sementara dari usia, golongan usia 16-24 tahun dan 25-34 tahun sama-sama sebesar 27 persen atau seperempat dari basis keseluruhan para gamers, dengan mereka yang berusia 35-44 tahun sebesar 24 persen dari basis tersebut.

Pengguna ponsel berusia 45-54 tahun juga merupakan mobile gamer yang aktif, dan mencatatkan 17 persen dari basis gamers Indonesia. Menariknya, 56 persen ibu dengan anak di bawah usia 10 tahun juga sering bermain mobile game.

Angka-angka itu menegaskan bagaimana aplikasi mobile game seluler memberi pengiklan banyak peluang dengan mudah menjangkau pengguna di berbagai segmen.

Aske Østergård, Founder Decision Lab mengatakan, studi ini mengungkapkan bahwa lebih dari separuh orang Indonesia yang terhubung dengan internet sedang memainkan game di perangkat seluler mereka.

"Hal ini termasuk ibu-ibu dengan anak-anak di bawah 10 tahun. Karena itu, mobile game kini telah menjadi mainstream," sebut dia.

Informasi lainnya yang diperoleh dari laporan POKKT adalah fakta bahwa pengguna ponsel Indonesia menghabiskan 25 persen dari waktunya dengan ponsel bermain mobile game, angka yang jauh lebih dari aktivitas lainnya termasuk media sosial. Sementara itu, 68 persen pengguna juga mengaku bermain mobile game beberapa kali sehari.

Ini menunjukkan bahwa mereka bisa menggunakan media ini untuk menargetkan calon pembeli dengan frekuensi lebih tinggi. Iklan video dalam game yang menawarkan hadiah juga merupakan format iklan yang paling disukai, dengan 37 persen dari mobile gamers yang menganggapnya versi iklan yang tidak seberapa mengganggu dan lebih menyenangkan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X