BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan Desa Kota Bani

Kompas.com - 18/10/2018, 10:48 WIB
Kebun Sawit Desa Kota Bani terbentang seluas 14 hektar. Selain membuka lapangan kerja bagi warga desa, kini bahkan sudah berhasil memberi pemasukan untuk kas desa. KOMPAS.com/ALEK KURNIAWANKebun Sawit Desa Kota Bani terbentang seluas 14 hektar. Selain membuka lapangan kerja bagi warga desa, kini bahkan sudah berhasil memberi pemasukan untuk kas desa.

BENGKULU, KOMPAS.com – Hari itu matahari bersinar cukup terik di Desa Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat warga desa untuk beraktivitas seperti biasanya.

Nelayan dan petani kelapa sawit merupakan dua profesi utama yang ditekuni warga desa ini. Bahkan, profesi yang terakhir disebutkan itu tampak menjamur di sana.

Hampir di setiap jengkal wilayah Desa Kota Bani ditumbuhi kelapa sawit. Rentang waktu panen yang singkat dan harga yang lumayan stabil merupakan alasan utama mereka bergantung pada produksi tanaman tersebut.

Sebagai sebuah desa, Kota Bani merupakan salah satu yang memiliki akses jalan baik. Ini ada hubungannya dengan produksi kelapa sawit yang mereka jaga. Akses jalan yang baik dibutuhkan untuk memudahkan ketika mengangkut hasil panen.

Namun, keadaan itu ada prosesnya. Berkat dana desa yang mereka dapatkan sejak tahun 2015 dari pemerintah pusat, mereka bisa membuatnya seperti saat ini.

“Dulu para petani merasa kesulitan saat mengangkut hasil panen karena akses jalan di desa masih belum baik. Lalu, sejak menerima dana desa, kami mulai membangun jalan produksi pertanian rabat beton,” jelas Kepala Desa Kota Bani, Zaidin di Kantor Kepala Desa Kota Bani, Senin (8/10/2018).

Hingga saat ini, jalan rabat beton sepanjang satu kilometer sudah terbangun di Desa Kota Bani. Hal itu sontak menunjang peningkatan aktivitas ekonomi warga desa.

“Warga sangat senang dengan adanya perbaikan jalan produksi pertanian ini. Petani jadi bisa membawa hasil panen ke luar. Petani sawit sekarang juga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya langsir atau biaya angkut sebesar Rp 100 ribu per ton (yang dulu rutin harus dikeluarkan),” ujar salah seorang petani sawit di Desa Kota Bani, Zulkarnain, Selasa (9/10/2018).

Sebagai informasi, kelapa sawit juga merupakan komoditas hasil kebun desa Kota Bani.

Dari pengelolaan Kebun Sawit Desa seluas 14 hektar, selain membuka lapangan kerja bagi warga desa, kini juga sudah berhasil memberi pemasukan untuk kas desa.

Pada 2017 contohnya, desa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 245 juta dan sudah mengantongi Rp 135 juta per September 2018 dari hasil panen kelapa sawit.

Selain untuk menunjang aktivitas ekonomi warga desa, dana desa diberdayakan dan dimanfaatkan pula untuk pemberdayaan masyarakat. Contohnya, saat ini dana tersebut digunakan untuk memberikan bantuan alat tangkap kepada 25 nelayan di Desa Kota Bani.

Sejumlah 25 nelayan di Desa Kota Bani mendapatkan bantuan alat tangkap dari dana desa.KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Sejumlah 25 nelayan di Desa Kota Bani mendapatkan bantuan alat tangkap dari dana desa.
Imran Saleh, seorang nelayan yang ditemui oleh Kompas.com pun mengungkapkan adanya peningkatan pendapatan yang diterima setelah memperoleh bantuan alat tangkap tersebut.

“Sejak diberikan bantuan jaring lobster, kini kami tak perlu lagi menyewa alat. Selain itu kami juga bisa meningkatkan harga jual lobster ke pengepul karena tidak lagi dipotong harga sewa alat. Untuk hasil tangkapan, yang biasanya hanya dapat 2 kilogram per hari, kini bisa sampai 5 kilogram,” ujarnya.

Meningkatkan kualitas hidup masyarakat

Selain program pemberdayaan ekonomi masyarakat, Desa Kota Bani juga fokus dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Pemanfaatan dana desa pun digunakan sebaik-baiknya untuk program ini, salah satunya dengan perbaikan gedung PAUD.

Di Desa Kota Bani sendiri terdapat enam PAUD yang beroperasi. Namun, untuk saat ini baru PAUD Mekar Jaya yang telah menerima dana desa.

“Pemanfaatan dana desa yang sudah kami terima sangat membantu, terutama untuk perbaikan bangunan gedung sekolah. Contohnya beberapa bulan yang lalu lantai bangunan ambles, kemudian langsung diperbaiki dengan dana desa,” jelas Kepala PAUD Mekar Jaya Ni Dewi Ambaryani.

Siswi PAUD Mekar Jaya yang berada di Desa Kota Bani, Kabupaten Bengkulu Utara, menari berbagai tarian nusantara.Dok. Wira Nurmansyah Siswi PAUD Mekar Jaya yang berada di Desa Kota Bani, Kabupaten Bengkulu Utara, menari berbagai tarian nusantara.
Dengan begini, lanjut Dewi, anak-anak bisa belajar dengan nyaman di lingkungan sekolah. Selain itu, para guru juga bisa merasakan ketenangan dalam memberikan pengajaran.

Selain memperbaiki gedung sekolah, dana desa meningkatkan pula kualitas kesehatan bagi warga desa dengan membangun posyandu. Posyandu di Desa Kota Bani sudah berdiri sejak tahun 2017.

Untuk saat ini, terdapat dua orang bidan dan 20 kader posyandu yang siap membantu meningkatkan kualitas kesehatan warga desa, utamanya balita.

Kepala Desa Kota Bani mengungkapkan bahwa posyandu ini bisa memberikan dampak positif lainnya, yakni memberdayakan masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan.

“Dengan pemberdayaan-pemberdayaan tersebut, alhamdulillah Desa Kota Bani telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari tahun ke tahun,” terang Zaidin.

Sejak Desa Kota Bani menerima dana desa pertama kali pada 2015, lanjut Zaidin, warga pra sejahtera tercatat sebanyak 120 kepala keluarga.

“Kemudian terjadi penurunan pada tahun-tahun berikutnya, yakni 105 kepala keluarga pada 2016, 81 kepala keluarga pada 2017, dan berkurang menjadi hanya 63 kepala keluarga pada 2018,” ujarnya.

Desa terbaik keenam di Indonesia

Dengan segala pembangunan yang sudah dilakukan, Desa Kota Bani pun meraih berbagai prestasi yang cukup membanggakan. Salah satunya adalah berhasil menjadi desa terbaik ke-6 dari 100 desa terbaik di Indonesia menurut Indeks Desa Membangun (IDM) yang dirilis oleh Kemendes PDTT.

Peringkat ini diraih oleh Desa Kota Bani karena berhasil memenuhi indikator penilaian dimensi ekonomi, sosial, dan ekologi. Melalui indikator tersebut, Desa Kota Bani pun berhasil mendapatkan skor 0,937 dan masuk ke dalam kategori Desa Mandiri (skor tertinggi adalah 1).

Lebih lanjut, skor yang paling banyak didapatkan adalah dari penilaian indikator dimensi ekonomi yang termasuk di dalamnya adalah tersedianya pelayanan dasar masyarakat dalam hal sarana pendidikan, sarana kesehatan, modal sosial, dan pemukiman.

Selain itu, penilaian juga berkaitan langsung dengan pemanfaatan dana desa yang telah diberikan oleh pemerintah pusat.

Menurut data Kemendes PDTT, Desa Kota Bani sudah menerima dana desa sejak tahun 2015. Untuk rincian anggarannya, pada 2015 desa ini mendapatkan dana sebesar Rp 291,9 juta.

Kemudian, pada 2016 dana desa yang diterima oleh desa yang terletak di Kecamatan Putri Hijau ini sebanyak Rp 639,2 juta. Pada 2017, dana desa yang diperoleh meningkat menjadi Rp 814 juta.

“Lalu pada tahun ini, yakni 2018, Kemendes PDTT mengucurkan dana Rp 684,6 juta kepada Desa Kota Bani. Dana tersebut pun kami manfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambah Zaidin.

Selanjutnya, Desa Kota Bani punya target untuk menghilangkan angka kemiskinan dengan membuat program-program yang tepat sasaran pada tahun-tahun selanjutnya melalui dana desa. Dengan begitu, warga desa dapat merasakan kesejahteraan merata serta bisa lebih meningkatkan potensi desa yang ada.


26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Whats New
LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

Whats New
Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.