1 dari 20 Mitra Go-Auto dan Go-Massage Adalah Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 18/10/2018, 13:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Go-Life, sebagai penyedia layanan kebutuhan sehari-hari masyarakat membuka lebar kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bergabung sebagai mitra.

VP Marketing Go-Life Yuanita Agata mengatakan, mereka ingin agar penyandang disabilitas diberi kesempatan yang sama untuk bekerja sebagaimana lainnya. Tanpa menyebut detil angkanya, Yuanita mengatakan bahwa mitra disabilitas yang tergabung dalam Go-Life, khususnya untuk layanan Go-Auto dan Go-Massage termasuk besar.

"Perbandingannya 1 dari 20 mitra Go-Massage dan Go-Auto merupakan penyandang disabilitas," ujar Yuanita di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Layanan dalam fitur Go-Life yang mempekerjakan mitra disabilitas tak hanya dua itu. Ada pula Go-Glam, Go-Laundry, Go-Clean, dan Go-Daily untuk belanja kebutuhan harian. Namun, jumlahnya tak sebanyak di layanan Go-Massage dan Go-Auto.

Yuanita mengatakan, disabilitas yang bergabung menjadi mitra, khususnya tunanetra dan tunarungu, lebih banyak bergabung ke ruangan itu. Penyandang tunanetra lebih banyak bekerja di Go-Massage karena memiliki keahlian sebelumnya.

"Rata-rata yang tunanetra mengikuti pelatihan dulu di Dinas Sosial dan sudah punya setrifikat memijat," kata Yuanita.

Sementara untuk Go-Auto, mitra tunarungu bisa bergabung karena pekerjaannya tak menuntut berinteraksi banyak dengan pelanggan. Mitra hanya perlu fokus pada kendaraan yang dibersihkan atau diperbaiki.

Biasanya, kata Yuanita, hasilnya bisa lebih bersih dan memuaskan.

"Karena tidak bisa mendengar jadi bisa lebih fokus dengan pekerjaannya," kata dia.

Namun, sayangnya masih ada segelintir masyarakat yang memandang mitra disabilitas sebelah mata. Padahal, pekerjaan mereka sama apiknya dengan mitra lainnya. Hal ini menggugah Go-Jek untuk menggerakkan kampanye #HilangkanBatasan.

Kampanye ini tak hanya mendobrak batas bagi kaum disabilitas untuk mendapat kesetaraan, tapi juga mengubah mindset masyarakat untuk menerima mereka dalam kehidupan. Yuanita mengatakan, disabilitas patut diberi kesempatan yang sama untuk bekerja.

"Dari sisi kualitas layanan, lebih dari 90 persen pengguna Go-Life menyatakan puas atas pelayanan yang diberikan mitra penyandang disabiitas. Ini membuktikan disabilitas bukan pantangan untuk berkarya," kata Yuanita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.