Soal Sariwangi, Unilever Tegaskan Produksi Teh Sendiri

Kompas.com - 18/10/2018, 15:13 WIB
Ilustrasi teh celup Freer LawIlustrasi teh celup

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Unilever Indonesia Tbk mengungkapkan telah memproduksi sendiri teh Sariwangi di pabriknya yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Hal itu diungkapkan  Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Sancoyo Antarikso.

Sancoyo menuturkan, perseroan sudah tidak ada hubungannya lagi dengan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) maupun PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (Indorub).

“Kita produksi di pabrik kita yang ada di Cikarang. Namun, sebagian juga kita lewat third factory manufacture (pabrik pihak ketiga) yang memproduksi untuk kita,” ujar Sancoyo kepada Kompas.com, Kamis (17/10/2018).

Sancoyo enggan merinci pabrik yang dimaksudnya tersebut. Namun, dirinya menjelaskan bahwa sudah ada nama yang tertera di setiap kemasannya.

“Itu ada di kemasannya, kalau dilihat ada. Namun, yang jelas bukan kedua perusahaan yang dinyatakan pailit itu. Sudah tidak ada hubungannya lagi dengan kedua perusahaan itu,“ ujar  Sancoyo.

Sebagai informasi, dalam keterangan resmi Unilever Indonesia menyatakan pernah menjalin kerja sama dengan SAEA sebelumnya.

“PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) pernah menjadi rekanan usaha Unilever untuk memproduksi merek teh celup SariWangi. Namun, saat ini Unilever sudah tidak memiliki kerja sama apa pun dengan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency,” ujar Head of Corporate Communication Unilever Indonesia Maria Dewantini Dwianto dalam keterangan resminya.

Sancoyo menegaskan, kepailitan SAEA maupun Indorub tidak ada pengaruhnya sama sekali dengan Unilever Indonesia. Produksi dan pasokan teh SariWangi akan tetap lancar.

“Jadi, tidak ada pengaruhnya sama sekali untuk Unilever Indonesia, pasokan teh SariWangi tetap lancar, tidak ada masalah karena tidak ada hubungannya dengan yang pailit itu,” ujar Sancoyo.

Sejak 2015, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) bersama perusahaan afiliasinya, PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung, didera kesulitan. Dua perusahaan ini terjerat utang hingga Rp 1,5 triliun kepada sejumlah kreditur.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X