Industri Keuangan Galang Dana untuk Korban Bencana Sulteng

Kompas.com - 19/10/2018, 11:05 WIB
Proses pencarian dan pertolongan yang dilakukan Basarnas Gorontalo di Palu, Sulawesi Tengah setelah gempa bumi bermagnitudo 7.4 KOMPAS.COM/Kantor SAR GorontaloProses pencarian dan pertolongan yang dilakukan Basarnas Gorontalo di Palu, Sulawesi Tengah setelah gempa bumi bermagnitudo 7.4

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku industri jasa keuangan menggalang bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Provinsi Sulawesi Tengah.

Bantuan atas inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini telah disampaikan kepada para korban pada Kamis (18/10/2018).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, bantuan dihimpun dari OJK, Ikatan Pegawai OJK, sejumlah perusahaan serta asosiasi di industri jasa keuangan, antara lain Bursa Efek Indonesia, KPEI, KSEI, AAUI, Asbisindo, Perbanas, APPI, Bank Mandiri, BTN, MUFG, BNI, BCA, BRI, Bank DBS, Sumitomo Mitsui Financial Group, Bank Panin, Bank Permata, HSBC, Mayapada, Danamon, OCBC NISP, Sinarmas, BJB, Bank Nagari, Prudential, Maybank, Allianz, BTPN, dan CIMB Niaga.

Bantuan juga berasal dari Ciputra Life, Bank Panin Dubai Syariah, Sarana Kalteng Ventura, BCA Life, Asuransi Astra Buana, Bank India Indonesia, BBCA, Apparindo, Mandiri Inhealth, Bank Mizuho, Pegadaian, Astra Aviva Life, Panin Dai-Ichi Life, Bank Ganesha, Reasuransi Nasional, Bank ICBC, Bukopin, Asuransi Simas Jiwa, Sunlife Financial, Carlife Insurance, Bank Banten, Bank Resona Perdania, BNI Syariah, Jamkrindo Syariah, Perum Jamkrindo, APPI, Bank Victoria dan Cigna.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif OJK dalam mengajak industri jasa keuangan membantu meringankan beban masyarakat korban bencana di Palu dan sekitarnya. Harapan kami kegiatan ini bisa membantu masyarakat di Palu untuk segera bangkit,” ujar Wimboh melalui pernyataan tertulis, Jumat (19/10/2018).

Total dana yang terhimpun mencapai Rp 18,51 miliar dan bantuan dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) senilai Rp 1,8 miliar. Bantuan itu diserahkan Wimboh kepada Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Kamis (18/10/2018).

Sementara itu, Direktur Kepatuhan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) Dini Herdini mengatakan, pihaknya amat mendukung inisiatif bersama dari OJK ini untuk pembangunan kembali masyarakat terdampak gempa Sulawesi Tengah di kota Palu, Sigi, dan Donggala serta daerah lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami senang sekali bisa bergotong royong dan berkontribusi bersama OJK dan teman-teman dari industri keuangan untuk meringankan beban dan penderitaan masyarakat di Sulawesi Tengah," kata Dini.

Adapun seluruh donasi dari OJK dan MES akan diarahkan untuk pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) di lokasi-lokasi yang ditentukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Saat ini sedang dijajaki kerjasama dengan PT Adhi Karya (Persero) untuk pembangunan Huntara tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Kegiatan Abaikan Protokol Kesehatan, Pemerintah Mulai Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Banyak Kegiatan Abaikan Protokol Kesehatan, Pemerintah Mulai Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Whats New
Akhir Tahun, IHSG Berpeluang Berada di Level 6.900-an

Akhir Tahun, IHSG Berpeluang Berada di Level 6.900-an

Whats New
Restrukturisasi Kredit: Pengertian, Syarat, dan Contoh

Restrukturisasi Kredit: Pengertian, Syarat, dan Contoh

Spend Smart
Pupuk Kaltim Ajak Masyarakat Bangga Gunakan Produk Indonesia

Pupuk Kaltim Ajak Masyarakat Bangga Gunakan Produk Indonesia

Rilis
BI: Uang yang Rusak Bisa Ditukarkan

BI: Uang yang Rusak Bisa Ditukarkan

Whats New
Manfaatkan Teknologi, Pembudidaya Ikan di Tulungagung Bisa Jual 35 Ton Ikan Per Bulan

Manfaatkan Teknologi, Pembudidaya Ikan di Tulungagung Bisa Jual 35 Ton Ikan Per Bulan

Whats New
Pemerintah Akan Alihkan Dana Penanganan Covid-19 dari DAU dan DBH Untuk Program Lain

Pemerintah Akan Alihkan Dana Penanganan Covid-19 dari DAU dan DBH Untuk Program Lain

Whats New
 BEI: 26 Perusahaan Antre IPO, 16 di antaranya Beraset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 26 Perusahaan Antre IPO, 16 di antaranya Beraset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
Tak Hanya Evergrande, Kian Banyak Pengembang Properti China Alami Gagal Bayar Utang

Tak Hanya Evergrande, Kian Banyak Pengembang Properti China Alami Gagal Bayar Utang

Whats New
Mau Dapat Suku Bunga Tabungan 9,5 Persen? Ini Syaratnya

Mau Dapat Suku Bunga Tabungan 9,5 Persen? Ini Syaratnya

Spend Smart
Penumpang KRL Diminta Cek KRL Access dan Hindari Jam Sibuk

Penumpang KRL Diminta Cek KRL Access dan Hindari Jam Sibuk

Whats New
12 Temuan Ombudsman Terkait Tata Kelola Cadangan Beras Pemerintah

12 Temuan Ombudsman Terkait Tata Kelola Cadangan Beras Pemerintah

Whats New
Pemerintah Terapkan PPKM Level 1 di 18 Kabupaten/Kota Luar Jawa-Bali, Ini Wilayahnya

Pemerintah Terapkan PPKM Level 1 di 18 Kabupaten/Kota Luar Jawa-Bali, Ini Wilayahnya

Whats New
Pertamina Bongkar Aksi Penimbunan BBM Bersubsidi di Kabupaten Semarang

Pertamina Bongkar Aksi Penimbunan BBM Bersubsidi di Kabupaten Semarang

Rilis
PPKM Diperpanjang, Tempat Bermain Anak Boleh Dibuka, Usia di Bawah 12 Tahun Boleh ke Tempat Wisata

PPKM Diperpanjang, Tempat Bermain Anak Boleh Dibuka, Usia di Bawah 12 Tahun Boleh ke Tempat Wisata

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.