Atasi Konflik Internal, TPS Food Lakukan Restrukturisasi Menyeluruh

Kompas.com - 19/10/2018, 18:30 WIB
ilustrasi Produk PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk KONTAN/DANIEL PRABOWOilustrasi Produk PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

JAKARTA, KOMPAS.com - Direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk menyatakan akan merestrukturisasi atau menata ulang secara keseluruhan semua aspek dalam perusahaan mereka untuk memperbaiki kinerjanya.

Belakangan ini, kinerja perusahaan terganggu oleh konflik internal. Kubu komisaris mengklaim menguasai perusahaan, dan direksi yang bertahan dengan status mereka.

"Secara prinsip, yang sedang berdiskusi dengan kami adalah calon investor yang bersama-sama dengan manajemen di bawah kepemimpinan Pak Joko akan melakukan restrukturisasi secara menyeluruh. Jadi, bukan cuma di satu company," kata Head of Corporate Finance TPS Food Yulianni Liyuwardi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Yuli menjelaskan, mereka sebagai perusahaan tetap solid di bawah kepemimpinan Direktur Utama TPS Food Stefanus Joko Mogoginta. Mereka juga tidak akan mengakui rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) oleh Dewan Komisaris yang dijadwalkan hari Senin (22/10/2018) mendatang.

Adapun dengan upaya restrukturisasi ini, diharapkan perusahaan dapat kembali sehat, termasuk mampu menyelesaikan masalah keuangan secara keseluruhan.

Investasi baru tersebut juga ditujukan supaya perusahaan dapat membayar bunga obligasi yang sempat terkendala karena kurangnya likuiditas.

Meski begitu, ketika ditanya lebih lanjut, Yuli belum mau membuka siapa investor yang dimaksud. Dia memastikan, pengumuman mengenai investor baru untuk TPS Food akan diumumkan langsung oleh Joko selaku Direktur Utama.

"Tapi yang pasti, restrukturisasi yang dilakukan adalah menyeluruh di dalam grup TPS Food. Karena problem-nya sudah kompleks, jadi solusinya harus menyeluruh," tutur Yuli.

Kuasa hukum TPS Food, Razman Arif Nasution, menuturkan direksi di bawah pimpinan Joko masih menjabat dan berwenang secara sah atas perusahaan tersebut.

Dasar yang dipakai di antaranya dari database Sistem Administrasi Badan Hukum Direktorat Perdata, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Kemudian juga dari surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-1825/PM.2/2018 tanggal 12 September 2018 tentang Tanggapan atas Permohonan Dispensasi Terkait Rencana RUPSLB. Dalam surat tersebut, menurut Razman, OJK menyatakan tidak ada pertanggung jawaban mantan direksi yang mengharuskan wewenang diambil alih oleh dewan komisaris.

Direksi juga telah melayangkan gugatan terhadap dewan komisaris TPS Food ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai bentuk penyelesaian atas konflik internal tersebut.

"Diimbau kepada dewan komisaris TPS Food untuk menghentikan upaya-upaya menjatuhkan direksi TPS Food yang sah saat ini dengan cara yang tidak benar dan negatif. Serta menghentikan dan mengumumkan pembatalan RUPSLB tanggal 22 Oktober agar diketahui semua stakeholder," ujar Razman.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Google Anggarkan Rp 12 Triliun Untuk Perangi Virus Corona

Google Anggarkan Rp 12 Triliun Untuk Perangi Virus Corona

Whats New
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang

Rilis
Lawan Corona, Ralph Lauren Bakal Produksi Masker dan APD

Lawan Corona, Ralph Lauren Bakal Produksi Masker dan APD

Whats New
Masih Bingung Membedakan Investor dan Trader Saham? Simak Ini

Masih Bingung Membedakan Investor dan Trader Saham? Simak Ini

Spend Smart
Mau Dapat Keringanan Cicilan Kredit Bank atau Leasing? Begini Prosedurnya

Mau Dapat Keringanan Cicilan Kredit Bank atau Leasing? Begini Prosedurnya

Work Smart
Per 1 April, AP II Batasi Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara  Soetta

Per 1 April, AP II Batasi Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta

Whats New
3 Cara Bikin Deposito Jadi Investasi Masa Depan yang Manis

3 Cara Bikin Deposito Jadi Investasi Masa Depan yang Manis

Spend Smart
[POPULER MONEY SEPEKAN] Pelanggan PLN Diminta Kirim Foto Meteran | Rupiah Terlemah di Asia

[POPULER MONEY SEPEKAN] Pelanggan PLN Diminta Kirim Foto Meteran | Rupiah Terlemah di Asia

Whats New
Cegah Persebaran Corona, Kemenhub Batasi Pengerjaan Proyek Kereta Api

Cegah Persebaran Corona, Kemenhub Batasi Pengerjaan Proyek Kereta Api

Whats New
Physical Distancing, Taspen Bayar Uang Pensiunan Melalui ATM

Physical Distancing, Taspen Bayar Uang Pensiunan Melalui ATM

Whats New
Pandemi Corona, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Terjaga

Pandemi Corona, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Terjaga

Whats New
Lawan Corona, Dirut AP I: Saat ini Kami All Out, Masalah Keuntungan Nomor 2

Lawan Corona, Dirut AP I: Saat ini Kami All Out, Masalah Keuntungan Nomor 2

Whats New
Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona

Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona

Whats New
Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Whats New
Alokasikan 1 Juta Dollar AS, Wilmar Juga Ubah Pabriknya untuk Buat Hand Sanitizer

Alokasikan 1 Juta Dollar AS, Wilmar Juga Ubah Pabriknya untuk Buat Hand Sanitizer

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X