Kurangi Subsidi BBM Bisa Jadi Opsi Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan

Kompas.com - 20/10/2018, 19:20 WIB
Sekretaris Bidang Ekuintek DPP PKS Handi Risza Idris dalam diskusi di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (24/10/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIASekretaris Bidang Ekuintek DPP PKS Handi Risza Idris dalam diskusi di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Handi Risza Idris, mengatakan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk memperbaiki transaksi berjalan yang hingga kini masih defisit.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengurangi subsidi bahan bakar minyak.

"Untuk mengurangi defisit, pemerintah bisa kurangi subsidi. Ini bisa memberi dampak perbaikan defisit transaksi berjalan," ujar Handi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Handi mengatakan, ia mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Dalam penelitian itu disebutkan bahwa kebijakan tersebut akan berpengaruh signifikan jika harga BBM subsidi dinaikkan 10 persen.

Baca juga: Didorong Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Oktober Inflasi 0,12 Persen

Meski berdampak signifikan, hal ini berbahaya bagi pemerintah karena dikhawatirkan menimbulkan sentimen di masyarakat. Mengingat, kenaikan harga BBM merupakan salah satu isu yang sensitif.

Jika pemerintah ingin menerapkan kebijakan itu, kata Handi, sebaiknya dipikirkan lebih jauh dampaknya terhadap masyarakat.

Dengan kenaikan harga bahan bakar, maka biaya distribusi juga akan bertambah sehingga memengaruhi harga komoditas, terutama pangan.

Hal ini berpotensi besar meningkatkan inflasi. Sementara, pemerintah menahan angka inflasi di level 3 persen.

"Saya tidak tahu pemerintah mau mengorbankan ini tidak, menyelamatkan sesuatu yang lebih besar. Tapi juga harus dilihat dampaknya," kata Handi.

Baca juga: Harga BBM Melonjak, Nelayan di Palembang Beralih Gunakan Gas

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.