Terangi Bandung, PLN Masih Andalkan PLTA Zaman Belanda

Kompas.com - 21/10/2018, 16:17 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara melalui anak usahanya, PT Indonesia Power (IP) saat ini masih terus mengoperasikan PLTA Bengkok berkapasitas 3x1,5 MW.

Pembangkit dari energi air Cikapundung ini sudah beroperasi sejak 1923 saat zaman penjajahan Belanda. Hingga kini produksi listrik dari pembangkit ini masih bisa menerangi sebagian Kota Bandung.

Supervisor Senior PLTA Bengkok, Ahmad Zainuddin mengungkapkan, pembangkit yang berusia 95 tahun ini merupakan warisan budaya sehingga pihaknya memang tetap mempertahankan mesin dari peninggalan Belanda itu. Meski begitu, jika ada mesin yang rusak tentu saja akan ada rekondisi.

"Kami punya program perawatan satu tahunan dan lima tahunan," ungkap dia, Jumat (19/10/2018).

Baca juga: 72 Tahun Merdeka, Mengapa Pembangunan PLTA di Indonesia Masih Minim?

Dia mengatakan, dengan kapasitas 3x1,5 MW membuat PLTA Bengkok sebagai supporting bagi kelistrikan di daerah Jawa Barat khususnya di Bandung. Listrik dari PLTA Bengkok masuk dalam sistem Jawa-Bali.

"Sudah masuk interkoneksi, kami support saja. Karena memang operasi kami ini yang mengatur alam karena dari air," ucap dia.

Ahmad menilai, sejauh ini persoalan dari operasi pembangkit ini adalah soal masalah sampah di Cikapundung, sebab tandon untuk menampung air bisa kotor karena hulunya terdapat banyak sampah. Sehingga pihaknya memang sudah bekerjasama dengan beberapa pihak untuk turut serta mengamankan Sungai Cikapundung dari sampah.

Furqan Tanzala Sekretaris Perusahaan Indonesia Power menambahkan, dari sisi usia memang mesin-mesin PLTA Bengkok sudah tua dan tentu saja ada ongkosoperasional yang setiap tahun dikeluarkan perusahaan. Namun demikian dari sisi ongkos operasional dibandingkan dengan PLTD tentu saja jauh lebih murah.

"Hematnya bisa seperlimanya kalau memakai PLTA dibandingkan pakai BBM," ungkap Furqan.

Menurut data Indonesia Power produksi listrik PLTA Bengkok di tahun 2015 sebanyak 11,99 Mega Watt (MW), di tahun 2016 sebanyak 15,88 MW, dan 2017 sebanyak 14,58 MW.  (Azis Husaini)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul PLN masih andalkan PLTA Bengkok untuk menerangi Bandung


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Whats New
Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Whats New
Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Spend Smart
Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Whats New
Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Rilis
Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Whats New
Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Whats New
Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Whats New
[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

Whats New
Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Whats New
Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Whats New
Libur Sekolah, Pengguna KRL saat Akhir Pekan Meningkat

Libur Sekolah, Pengguna KRL saat Akhir Pekan Meningkat

Rilis
Waspada, Beredar Aplikasi MyPertamina Palsu, Ini Cara Membedakannya

Waspada, Beredar Aplikasi MyPertamina Palsu, Ini Cara Membedakannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.