Hengky Koeswanto Resmi Jadi Dirut Baru Tiga Pilar Sejahtera

Kompas.com - 22/10/2018, 17:33 WIB
Corporate Secretary AISA Michael Hadylaya selepas RUPSLB di Function Hall Citywalk Sudirman, Jakarta, Senin (22/10/2018)KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Corporate Secretary AISA Michael Hadylaya selepas RUPSLB di Function Hall Citywalk Sudirman, Jakarta, Senin (22/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) resmi menunjuk direksi baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ( RUPSLB), Senin (22/10/2018).

Corporate Secretary AISA Michael Hadylaya menyatakan bahwa RUPSLB tersebut dihadiri oleh 56 persen pemegang saham. Berdasarkan rapat tersebut, para pemegang saham setuju dilakukan pergantian direksi.

"Ini tindak lanjut RUPS pada 27 Juli 2018. Pemegang saham setuju mengangkat direksi baru dan menunjuk Hengky Koestanti sebagai direktur utama," jelas Michael di Function Hall Citywalk Sudirman, Jakarta, Senin sore.

Selain itu, pemegang saham juga setuju mengangkat Charlie Dungga sebagai direktur dan direktur independen, Yulie Sudarto sebagai komisaris utama dan komisaris independen. Sementara itu, Jaka Prasetya masih tetap menjabat komisaris.

Baca juga: Atasi Konflik Internal, TPS Food Lakukan Restrukturisasi Menyeluruh

Michael menambahkan, dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga memberikan persetujuan kepada dewan direksi untuk melakukan audit investigatif terhadap kondisi keuangan perseroan.

Sebelumnya diberitakan, AISA menggelar RUPS tahunan pada 27 Juli 2018 silam. RUPS tersebut dilakukan guna mencari dua orang calon anggota baru direksi AISA.

Namun kemudian, kubu komisaris AISA yang dikomandoi oleh Hengky Koestanto mendesak adanya pergantian Dirut AISA. Desakan ini lantas membuat RUPS berjalan tak kondusif.

Hal tersebut membuat Dirut AISA kala itu Joko Mogoginta dan anggota direksi lainnya melakukan walkout. Setelah peristiwa tersebut, Hengky dan kolega tetap melanjutkan sidang dan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pergantian direksi TPS.

Sementara anggota direksi yang dipimpin oleh Joko menganggap klaim tersebut tidak sah secara hukum dan menyebut bahwa Joko masih sebagai Dirut TPS yang sah.




Close Ads X