Nilai Cryptocurrency Turun, Gaji Ahli Blockchain Malah Makin Besar

Kompas.com - 23/10/2018, 11:41 WIB
Ilustrasi blockchainetty Images/iStockphoto/Peshkov Ilustrasi blockchain

NEW YORK, KOMPAS.com - Nilai mata uang digital alias cryptocurrency terus melorot. Namun tidak dengan pendapatan para insinyur yang terlibat dalam teknologi blockchain yang menjadi tulang punggung cryptocurrency.

Para ahli blockchain, seperti dilansir CNBC  awal pekan ini, mendapatkan penghasilan rata-rata antara 150.000-175.000 dollar AS atau sekitar Ro 2,25 miliar hingga Rp 2,63 miliar.

Angka tersebut menurut Hired, perusahaan yang membantu merekrut kandidat pegawai teknologi di San Fransisco, lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang diperoleh ahli perangkat lunak (software) lainnya yang "hanya" 135.000 dollar AS  atau sekitar Rp 2 miliar.

Bahkan, gaji para ahli blockchain tersebut setara dengan gaji para spesialis kecerdasan buatan (AI) dan lebih tinggi dibandingkan dengan insinyur perangkat ataupun rekayasa teknologi lainnya.

Baca juga: Indonesia Disebut Pasar Potensial Blockchain

Besarnya pendapatan para insinyur blockchain itu karena tingginya permintaan terhadap para ahli teknologi ini.

Perusahaan-perusahaan seperti Facebook, Amazon, IBM, dan Microsoft merupakan beberapa perusahaan yang memburu para insinyur blockchain tersebut.

Hired mencatat, akhir 2017, perusahaan-perusahaan mulai menambahkan keahlian blockchain saat mencari karyawan. Dan sejak itu permintaan karyawan dengan keahlian blockchain melonjak hingga 400 persen.

"Ada banyak permintaan untuk blockchain. Insinyur perangkat lunak ini masih sangat sedikit, tetapi karena itulah mengapa gaji mereka jauh lebih tinggi," sebut CEO Hired Mehul Patel.





Close Ads X