Sektor Makanan dan Minuman Berkontribusi Terbanyak dalam Industri

Kompas.com - 23/10/2018, 14:02 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri makanan dan minuman masih menjadi sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur di Indonesia. Industri pengolahan merupakan sektor tertinggi yang memberi kontribusi dalam sektor ekonomi.

Sebagian besar di antaranya merupakan industri pengolahan nonmigas. Dari industri tersebut, makanan dan minuman memiliki porsi kontribusi terbesar yakni 6,33 persen terhadap PDB nasional semester I 2018.

Selebihnya berasal dari industri kimia sebesar 2,9 persen, barang logam, komputer, dan mesin sebesar 2,08 persen, alat angkutan sebesar 1,76 persen, serta tekstil dan pakaian jadi sebesar 1,13 persen. Subsektor makanan dan minuman juga mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan industri manufaktur lainnya.

"Kita lihat subsektor makanan dan minuman tumbuh 9 persen," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam diskusi di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Subsektor lainnya yang pertumbuhannya terlihat cukup signifikan yakni pada industri alat angkutan yang tumbuh 3,8 persen, barang logam, komputer, barang elektronik, dan mesin tumbuh 3,4 persen, kimia tumbuh 2,6 persen, serta tekstil dan pakaian jadi tumbuh 1,5 persen.

"Ini sesuai dengan sektor sesuai prioritas industri 4.0, ada otomotif, kimia, tekstil," kata Airlangga.

Pentingnya sektor strategis ini terlihat dari peningkatan realisasi investasi. Dari lima investasi sektor industri, paling besar dari makanan dan minuman sebesar Rp 29,14 triliun. Sementara industri kimia memiliki nilai investasi Rp 28,97 triliun, barang logam, komputer, barang elektronik, dan mesin sebesar Rp 18,89 triliun, alat angkutan Rp 5,53 triliun, serta tekstil dan pakaian jadi sebesar Rp 4,65 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama 2014-2018, pemerintah telah mengembangkan 13 kawasan industri baru di pulau Jawa dan luar Jawa. Pengembangan juga dilakukan dengan menambah 22 sentra industri kecil dan menengah di 22 kota/kabupaten di luar pulau Jawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Resmikan Pusat Industri Digital 4.0, Apa Itu?

Pemerintah Resmikan Pusat Industri Digital 4.0, Apa Itu?

Whats New
Erick Thohir Sebut Putusan MK soal UU Cipta Kerja Berdampak Minim ke BUMN

Erick Thohir Sebut Putusan MK soal UU Cipta Kerja Berdampak Minim ke BUMN

Whats New
Sri Mulyani: Wanita sampai UMKM Rentan Terjebak Pinjol Ilegal

Sri Mulyani: Wanita sampai UMKM Rentan Terjebak Pinjol Ilegal

Whats New
Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Whats New
Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Whats New
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Whats New
Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Rilis
Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Whats New
 IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Spend Smart
Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Whats New
Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Earn Smart
Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.