Susi Bantah Hasil Ekspor Perikanan Lemah

Kompas.com - 23/10/2018, 14:08 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti d Istana Bogor, Senin (22/10/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti d Istana Bogor, Senin (22/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, hasil ekspor Indonesia di bidang perikanan pada tahun 2018 meningkat dari tahun sebelumnya.

Pada semester I 2018, ekspor produk perikanan tercatat sebanyak 510.050 ton. Angka itu naik 7,21 persen dibanding periode yang sama pada 2017, yakni 475.740 ton.

Hal tersebut dikemukakan Susi sekaligus untuk membantah kabar yang mengatakan bahwa hasil ekspor Indonesia di bidang perikanan menurun.

"Kalau ada yang bilang ekspor perikanan itu lemah itu tidak benar," ujar Susi dalam konfrensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Susi menambahkan, ekspor yang dilakukan tidak lagi berfokus pada ikan secara gelondongan. Saat ini, ekspor di bidang perikanan lebih banyak berbentuk produk olahan.

"Kalau dilihat dari kode HS untuk ikan gelondongan, tentu tidak kelihatan. Karena bentuknya menjadi produk yang memberikan nilai tambah. Di antaranya seperti bakso, nugget, maupun surimi," kata Susi.

Susi menuturkan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) perikanan mengalami peningkatan sejak 2014. Di 2014 PDB perikanan tercatat sebesar Rp 189 triliun. Kemudian, pada 2015 Rp 204 triliun, di 2016 Rp 214,5 triliun dan di 2017 Rp 227,3 triliun.

Dia pun optimis pertumbuhan PDB di 2018 akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

"Untuk economic size dari PDB perikanan sampai dengan kuartal II 2018 sudah Rp 187,75 triliun. Jadi yang ngomong sektor perikanan lemah tidak benar," ucap dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X