KILAS EKONOMI

Terbukti Langgar Aturan, Kementan Ancam 21 Importir Bawang Putih

Kompas.com - 24/10/2018, 14:30 WIB
Areal persawahan yang ditanami bawang putihDOK. Humas Kementerian Pertanian RI Areal persawahan yang ditanami bawang putih

Sementara itu, terkait indikasi pemalsuan benih, Suwandi mengaku telah melakukan uji DNA terhadap sampel benih yang ditanam petani di tiga kabupaten. Hasilnya, DNA sampel benih yang ditanam, tidak sesuai dengan DNA pembandingnya.

Contoh satu kabupaten di Jawa. Dalam kontrak pengadaan disebutkan varietas Lumbu Putih, ternyata begitu di tes DNA-nya berbeda sama sekali. Bahkan terindikasi yang dikirim adalah bawang putih konsumsi.

Demikian juga di dua kabupaten di Sumatera, yang dijanjikan akan dikirim benih varietas Lumbu Hijau ternyata begitu dicek DNA-nya berbeda.

“Kalau hal-hal begitu dibiarkan, berpotensi menimbulkan kerugian negara dan yang lebih memprihatinkan lagi kalau sampai membuat petani putus asa tidak mau menanam lagi,” tegas Suwandi.

Terkait hal itu, Suwandi mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Hortikultura dengan cepat melayangkan surat kepada Dinas Pertanian di tiga Kabupaten tersebut agar segera mengevaluasi seluruh proses pelaksanaan kegiatan pengembangan kawasan bawang putih.

Selanjutnya pihak penyedia yang terbukti melakukan wanprestasi pelanggaran kontrak kesepakatan dengan mengirimkan benih yang tidak sesuai spesifikasi diminta secepatnya bertanggungjawab.

“Jika penyedia tidak bisa mempertanggungjawabkan, dalam waktu dekat akan diajukan proses secara hukum,” pungkasnya

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X