Tol Laut Jadi Jurus Jokowi Turunkan Disparitas Harga di Indonesia Timur

Kompas.com - 24/10/2018, 15:53 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat di Tasikmalaya, Minggu (14/10/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat di Tasikmalaya, Minggu (14/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Disparitas harga menjadi salah satu tujuan dalam pembangunan Indonesia Sentris selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).

Wilayah Indonesia Timur pun menjadi sasaran lantaran harga barang-barang di daerah itu kerap terlampau mahal seiring masih sulitnya akses.

Salah satu jurus yang kemudian digunakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah pembangunan tol laut. Adapun definisi tol laut di sini adalah jalur kapal bebas hambatan antar pelabuhan guna mendistribusikan barang dari dan ke luar Indonesia Timur.

Tol laut adalah satu upaya pemerintah melakukan kegiatan untuk mensuplai logistik dengan memberikan subsidi dari sejumlah titik di timur. Terutama Surabaya, sampai ke Makassar, Ternate, Merauke,” papar Menhub Budi Karya Sumadi di Auditorium Gedung Kemensetneg, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Baca juga: Ada Tol Laut, Harga Semen di Wamena Turun Jadi Rp 300.000

Dalam perkembangannya, Kemenhub mencanangkan pembangunan 15 trayek tol laut untuk memudahkan distribusi barang dari Indonesia bagiBan arat ke Indonesia bagian Timur dan sebaliknya.

"Tidak mudah bagi kami untuk menjalankan tol laut ini oleh karenanya kami bekerja sama dengan swasta dan BUMN untuk menjalankan 15 trayek tol laut yang dari hari ke hari makin efisien dan mendapatkan tempat yang dibutuhkan dan mengurangi disparitas harga di Timur Indonesia, khusunya Natuna," terang Budi Karya.

Budi Karya pun bersyukur keberadaan tol laut ini sudah bisa menurunkan disparitas harga yang cukup signifikan. Berdasarkan data Kemenhub, berbagai bahan pokok mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu turun antara enam hingga 20 persen.

Sementara harga semen 20 kilogram dan 50 kilogram juga turut mengalami penurunan harga akibat semakin mudahnya distribusi ke Indonesia Timur sebesar antara 15 hingga 20 persen.

"Ini kemudian juga menimbulkan harapan untuk bisnis baru di Indonesia Timur dan juga terus menginsentifkan harga-harga barang pokok lainnya," ucap Budi Karya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X