Hingga Kuartal III 2018, BTN Salurkan Kredit Rp 220 Triliun

Kompas.com - 25/10/2018, 16:08 WIB
Direktur Utama Bank BTN Maryono saat peluncuran BTN HPI di Jakarta, Kamis (13/9/2018) KOMPAS.com/ Putri Syifa NurfadilahDirektur Utama Bank BTN Maryono saat peluncuran BTN HPI di Jakarta, Kamis (13/9/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbukan kredit PT Bank Tabungan Negara (BTN) tercatat sebesar 19,28 persen menjadi Rp 220,07 triliun pada kuartal III 2018 ini. Angka tersebut meningkat dari penyaluran kredit BTN di kuartal III tahun 2017 yang sebesar Rp 184,5 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, pertumbuhan kredit tersebut terjadi lantaran kenaikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang didorong dari kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"FLPP memberikan angin segar terhadap lau pertumbuhan kredit bagi BTN lebih tinggi dan untuk mengoptimalkan sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kami intensif menggandeng mitra swasta maupun pemerintah agar penyerapan FLPP tepat sasaran," ujar Maryono ketika memberikan paparan kinerja kuartal III BTN di kantornya, Kamis (25/10/2018).

Pihaknya merinci, KPR subsidi memegang porsi terbesar penyaluran kredit BTN dengan persentase 54,35 persen. Adapun untuk KPR secara keseluruhan tahun ini hanya tumbuh 21,81 persen (yoy) menjadi Rp 163,61 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan total penyaluran KPR tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp 134,31 triliun.

Baca juga: BTN Raup Laba Rp 2,23 Triliun di Kuartal III 2018

Adapun pertumbuhan KPR subsidi sebesar 30,11 triliun menjadi Rp 88,92 triliun, lebih tinggi dari kuartal III tahun lalu yang sebesar Rp 68,34 triliun.

"Sedangkan KPR nonsubsidi tumbuh sebesar 13,22 persen (yoy) menjadi Rp 74,69 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 65,97 triliun," lanjut Maryono.

Sementara itu, untuk penyaluran kredit kontruksi perumahan tumbuh sebensar 17,41 persen menjadi Rp 28,45 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal III tahun lalu yang sebesar Rp 24,23 triliun.

Untuk kredit non perumahan, Maryono menjelaskan terjadi pertumbuhan sebesar 13,5 persen (yoy) menjadi Rp 19,67 triliun dibandingkan dengan kuartal III tahun lalu yang mencapai Rp 17,33 triliun. Adapun kontribusi terbesar dari kredit non perumahan berasal dari kredit komersial yang sebesar Rp 15.05 tirliun, sementara kredit konsumer sebesar Rp 4,6 triliun.

Rasio kredit bermasalah BTN pun tercatat terjaga 1,75 persen (gross) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,65 persen. Adapun untul NPL nett sebesar 2,06 persen, lebih rendah dibanding kuartal III 2018 sebesar 3,07 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.