KILAS EKONOMI

Dorong Tumbuhnya Pengusaha Agrobisnis, Kemnaker Gelar Pelatihan Vokasi

Kompas.com - 26/10/2018, 09:00 WIB
Melalui pelatihan vokasi di bidang agribisnis, pemerintah mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menciptakan wirausaha mandiri di bidang tersebut. Dok. Humas Kementerian Ketenagakerjaan RIMelalui pelatihan vokasi di bidang agribisnis, pemerintah mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menciptakan wirausaha mandiri di bidang tersebut.

KOMPAS.com -  Apabila digarap dengan serius, peluang usaha di bidang agrobisnis (bisnis berbasis usaha pertanian) cukup menjanjikan. Tidak sedikit pula pengusaha sukses yang bergelut di bidang agrobisnis kreatif.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam menciptakan wirausaha mandiri di bidang agribisnis.

“Dalam era liberalisasi perdagangan seperti sekarang, kunci utamanya adalah peningkatan daya saing produk. Begitupun di bisnis agribisnis,” kata Sekertaris Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Kunjung Masehat dalam Forum Diskusi Bakohumas Kemnaker di Lembang, Jawa Barat, Kamis (25/10/2018).

Seperti pada keterangan resmi yang Kompas.com terima di hari yang sama, Kunjung menjelaskan, dalam upaya menghasilkan produk-produk yang berdaya saing di pasar internasional, pemerintah memprioritaskan untuk mencetak tenaga kerja kompeten melalui pelatihan vokasi.

“Pelatihan vokasi bidang agrobisnis di Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang ini merupakan salah satu contoh upaya pemerintah dalam mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha mandiri,” kata Kunjung.

Senada dengan hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Mafirion, mengungkapkan pentingnya peningkatan akses dan mutu pelatihan vokasi yang ada di Indonesia.

“Dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja, peningkatan kapasitas lembaga pelatihan serta penguatan kemitraan dengan dunia industri harus jadi fokus perhatian pemerintah,” terangnya.

Forum Diskusi Bakohumas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Lembang, Jawa Barat, Kamis (25/10/2018).Dok. Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI Forum Diskusi Bakohumas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Lembang, Jawa Barat, Kamis (25/10/2018).
Sedangkan menurut Ketua bidang Peternakan dan Perikanan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Antonius Joenoes Supit, sedikitnya ada tiga langkah besar untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian Indonesia.

Pertama adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan petani.

“Hal ini mutlak dilakukan karena petani sangat rentan terkena dampak dari perdagangan bebas saat ini. Keterbukaan akses informasi, pengembangan inovasi dan IPTEK serta perluasan jaringan pemasaran untuk petani pun masih sangat diperlukan,” jelasnya.

Kedua, memperbaiki kerangka hukum dan kerangka kebijakan. Sinkronisasi kebijakan ini dilakukan agar kementerian / lembaga yang ada tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Selain itu, juga perlu menimbang kebijaksanaan dari negara lain. Hal ini dilakukan karena daya saing itu sendiri tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan resulitante dari kebijaksanaan di dalam negeri dan kebijaksanaan dari negara-negara lain,” kata Supit.

Ketiga, perbaikan infrastruktur dan perbaikan rantai pasok (supply chain management). Sebab, hingga kini belum ada rantai pasok yang stabil dan bisa menjamin kepastian ketersediaan barang.

Kegiatan Forum Diskusi Bakohumas Kemnaker ini dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 25 - 26 Oktober 2018 di BLK Lembang, Cikole, Jawa Barat.  Tercatat kurang lebih 100 undangan dari kementerian atau Lembaga menghadiri acara tersebut. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca Larangan Mudik

Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca Larangan Mudik

Whats New
Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Whats New
Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

Whats New
Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Whats New
Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Rilis
Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Rilis
PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

Whats New
Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X