BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Pabrik Jamu Turut Berkontribusi di Era Industri 4.0

Kompas.com - 26/10/2018, 19:14 WIB
Peresmian Pabrik Cairan Obat Dalam Sido Muncul dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, Kamis (25/10/18) di Ungaran, Semarang. Dok. Humas Sido MunculPeresmian Pabrik Cairan Obat Dalam Sido Muncul dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, Kamis (25/10/18) di Ungaran, Semarang.

KOMPAS.com - Revolusi industri 4.0 mendorong perusahaan di berbagai sektor menyesuaikan perkembangan produksi dan manufakturnya.

Seiring kemajuan teknologi dan internet, April 2018 lalu pemerintah pun meluncurkan agenda Making Indonesia 4.0 guna meningkatkan daya saing industri Indonesia.

Ada lima sektor industri yangmenjadi prioritas, antara lain industri obat dan makanan, industri otomotif, industri elektronik, industri kimia, dan industri tekstil.

Industri obat tradisional dan obat herbal yang termasuk di dalamnya turut menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Perindustrian Indonesia pun menaruh harapan kuat dalam industri obat tradisonal melalui perusahaan jamu yang produknya sudah ekspansi secara internasional seperti Sido Muncul.

Kali ini, PT. Sido Muncul membuktikan kontribusinya dalam industri obat tradisional Indonesia dengan meresmikan perluasan pabrik Cairan Obat Dalam (COD) baru. Peresmian pabrik ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Pabrik yang terletak di Ungaran, Semarang tersebut menerapkan standar 4.0 dalam memproduksi jamu Tolak Angin dan Tolak Linu. Dana investasi pembangunan perluasan pabrik baru ini mencapai Rp 900 miliar.

Pabrik COD standar 4.0

Direktur PT. Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan tujuan perluasan pabrik dengan penerapan standar 4.0 adalah untuk meningkatkan kualitas produksi, menghindari human error, dan meningkatkan kapasitas produksi seiring meningkatnya permintaan pasar.

Seorang karyawan yang sedang bertugas di Pabrik Cairan Obat Dalam Sido Muncul, Rabu (24/10/18)KOMPAS.com/Auzi Amazia Seorang karyawan yang sedang bertugas di Pabrik Cairan Obat Dalam Sido Muncul, Rabu (24/10/18)
Adapun konsep pabrik COD yaitu dengan proses produksi otomatis, diprogram oleh sistem komputer. Proses produksi sistem tertutup dengan mensterilkan setiap bahan yang masuk melalui pemanasan.

Kemudian, untuk menunjang porses otomatis dan tertutup, pabrik COD Sido Muncul dilengkapi dengan alat-alat ukur modern, seperti alat ukur timbangan (load cell), sensor temperatur, tekanan, volume, dan laju alir.

Produksi juga dilakukan dengan lebih efisien melalui proses bertingkat dari atas ke bawah. Selain itu, sistem pembersihan juga ramah lingkungan.

“Pabrik jamu cair sudah ada dan yang ini dibuat dengan lebih modern. Mengikuti aturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan pemerintah dari izin produksi, lingkungan pabrik, dan izin edar,” ujar Irwan saat acara Peresmian Perluasan Pabrik Cairan Obat Dalam (COD) Sido Muncul, pada Kamis (25/10/18) di Ungaran, Semarang.

Direktur PT. Sido Muncul Irwan Hidayat bersama Menteri Perinsdustrian Airlangga Hartarto (tengah) dan Kepala BPOM RI Penny K. Lukito (kiri) usai acara Peresmian Perluasan Pabrik Cairan Obat Dalam baru Sido Muncul, Kamis (25/10/18) di Ungaran, Semarang.Dok. Humas Sido Muncul Direktur PT. Sido Muncul Irwan Hidayat bersama Menteri Perinsdustrian Airlangga Hartarto (tengah) dan Kepala BPOM RI Penny K. Lukito (kiri) usai acara Peresmian Perluasan Pabrik Cairan Obat Dalam baru Sido Muncul, Kamis (25/10/18) di Ungaran, Semarang.

Pabrik COD baru dapat menghasilkan 200 juta sachet per bulan dengan proses produksi full automatic. Sebelumnya, pabrik COD lama didesain sesuai dengan kapasitas produksi 80 juta sachet per bulan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang turut hadir dalam acara juga mengatakan Sido Muncul telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

“Ini menjadikannya sebagai pabrik jamu pertama di Indonesia yang suda berstandar farmasi. Pabrik terbaru untuk produk Tolak Angin Cair memiliki sistem proses produkti yang full automation, higienis, dan memenuhi standarisasi yang terlah ditetapkan,” kata Airlangga.

Peresmian Pabrik Cairan Obat Dalam Sido Muncul dengan pengguntingan pita yang dilakukan bersama-sama oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, Kepala BPOM Penny K. Lukito, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo, Staf Ahli Bupati Heru Purwantoro, dan Direktur PT. Sido Muncul Irwan Hidayat, Kamis (25/10/18) di Ungaran, Semarang.Dok. Humas Sido Muncul Peresmian Pabrik Cairan Obat Dalam Sido Muncul dengan pengguntingan pita yang dilakukan bersama-sama oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, Kepala BPOM Penny K. Lukito, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo, Staf Ahli Bupati Heru Purwantoro, dan Direktur PT. Sido Muncul Irwan Hidayat, Kamis (25/10/18) di Ungaran, Semarang.
Kepala BPOM RI Penny K. Lukito yang turut hadir juga mengatakan Sido Muncul dianggap sebagai perusahaan yang terkemuka. “Ada 266 izin edar yang berarti produksinya sangat banyak dan sudah memenuhi standar,” ujar Penny.

Kepercayaan dan inovasi

Sejak berdiri tahun 1951 hingga sekarang, Sido Muncul sudah memproduksi lebih dari 200 jenis produk. Salah satu produk unggulannya yaitu jamu Tolak Angin Cair yang telah diekspor ke Amerika, Australia, Asia, dan beberapa negara di Eropa dan Afrika.

Direktur PT. Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan bahwa pencapaian Sido Muncul sampai saat ini berkat adanya kepercayaan dari masyarakat Indonesia dan internasional.

Produk Tolak Angin Sido Muncul yang sudah masuk kemasan.KOMPAS.com/Auzi Amazia Produk Tolak Angin Sido Muncul yang sudah masuk kemasan.
Supaya menjaga kepercayaan itu, peraturan dari BPOM dan pemerintah terus diikuti agar menghasilkan produk yang baik.

“Sebagai pengusaha saya tidak usah mikir banyak, pokoknya ikuti saja. Karena aturannya juga sesuai standar internasional,” terang Irwan.

Selain itu, Irwan juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan daya saing di pasaran, penting untuk terus melakukan inovasi, research and development, sehingga bisa menciptakan produk-produk baru.

Proses packaging akhir Tolak Angin, salah satu produk jamu Sido Muncul.KOMPAS.com/Auzi Amazia Proses packaging akhir Tolak Angin, salah satu produk jamu Sido Muncul.
Produk Sido Muncul yang akan keluar tahun depan, misalnya soft capsule. Soft capsule tersebut sudah melewati uji stabilitas, mendapat validasi, izin, dan sertifikat, serta sedang dalam proses pendaftaran.

Soft capsule ini banyak macamnya, Tolak Angin, Tolak Linu, Kunyit, Minyak Jahe, dan lain-lain,” ujar Irwan. Perkiraannya, produk soft capsule akan diluncurkan Januari atau Februari 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya