Kuartal III 2018, Penjualan Pupuk Indonesia Capai 8,95 Juta Ton

Kompas.com - 27/10/2018, 15:13 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat (kedua dari kiri) ketika memberikan keterangan pers kepada awak media di Bontang, Sabtu (27/10/2018).Kompas.com/Mutia Fauzia Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat (kedua dari kiri) ketika memberikan keterangan pers kepada awak media di Bontang, Sabtu (27/10/2018).

BONTANG, KOMPAS.com - PT Pupuk Indonesia hingga September 2018 mencatatkan penjualan pupuk sebesar 8,956 juta ton. Angka tersebut meningkat 7 persen jika dibandingkan dengan jumlah total penjualan pupuk pada periode yang sama tahun lalu.

Total penjualan tersebut sudah termasuk kebijakan pemerintah kepada perusahaan (PSO) untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke sektor pangan sebesar 6,633 juta ton, atau meningkat lebih dari 300.000 ton jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Ini artinya, Pupuk Indonesia tetap memprioritaskan kebutuhan pupuk untuk pangan dalam mengamankan kebutuhan petani dan juga penyaluran pupuk bersubsidi semakin efektif dan dapat diterima oleh petani yang berhak memperolehnya”, ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat ketika memberikan paparan kepada awak media di Bontang, Kalimantan Timur, Sabtu (27/10/2018).

Sementara itu, untuk penjualan pupuk non PSO di dalam negeri sebesar 1,522 juta ton, dan realisasi ekspor hingga kuartal III 2018 ini sebesar 770.200 ton.

Adapun kinerja produksi, yaitu produksi pupuk hingga kuartal III 2018 ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen menjadi 5,64 juta ton untuk semua jenis pupuk.

Pupuk Indonesia juga memroduksi produk selain pupuk, yaitu amoniak yang merupakan salah satu bahan baku pupuk sebesar 4,34 juta ton di kuartal III 2018.




Close Ads X