Kompas.com - 29/10/2018, 08:10 WIB
Direktur Utama BRI Suprajarto di Istana, Kamis (15/3/2018). KOMPAS.com/IHSANUDDINDirektur Utama BRI Suprajarto di Istana, Kamis (15/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) berencana akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis points (bps) pada bulan November mendatang.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, pihaknya sudah harus mulai menyesuaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI7DRRR) yang hingga saat ini sudah naik 150 bps menjadi 5,75 persen. Sebab hingga saat ini, bank dengan penyaluran kredit terbesar ke sektor UMKM ini memang sama sekali belum menaikkan bunga kredit mereka sejak awal tahun.

"Belum naik kita, makannya NIMnya anjlok. Tapi November ini mau enggak mau harus, paling 50 bps. Tapi itu UKM juga udah teriak," jelas Suprajarto ketika ditemui di acara Rapat Koordinasi BUMN di Bontang, Minggu (28/10/2018).

Adapun saat ini, posisi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar 7 persen. KUR sendiri berkontribusi sebesar 76,9 persen dari keseluruhan penyaluran kredit BRI.

Baca juga: BTN akan Kerek Suku Bunga KPR Sebesar 0,25 Persen

Lantaran menahan kenaikan bunga kredit, pertumbuhan margin bunga bersih (NIM) BRI pun anjlok 40 bps menjadi 7,61 persen di kuartal III 2018 jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Namun, Suprajarto menilai turunnya NIM tersebut masih normal.

"Biaya bunga simpanan itu kan naik, tapi tidak serta merta diikuti kenaikan bunga pinjaman. Karena kan (penyaluran kredit) kita kecil-kecil, jadi nggak mungkin kita naikin. NIMnya otomatis langsung kegeret ke bawah, tapi masih normal menurut saya," jelas dia.

Pihaknya memaparkan, selama ini menahan bunga kredit lantaran kondisi ekonomi menurutnya sangat tidak kondusif. Jika bunga kredit dinaikkan akan membebani debitur yang sebagian besar bergerak di sektor UMKM.

"Kondisi ekonominya itu sangat tidak kondusif. Kita kan yang penting gimana mereka tetap sustain, tidak berimbas," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.