Jokowi soal Lion Air Jatuh: Pemerintah Fokus Pencarian Korban

Kompas.com - 29/10/2018, 14:45 WIB
Konferensi Pers Presiden RI Joko Widodo terkait Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018) KOMPAS.com/Putri Syifa NurfadilahKonferensi Pers Presiden RI Joko Widodo terkait Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018)

NUSA DUA, KOMPAS.com — Terkait dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang di Tanjung Karawang, Senin (23/10/2018) pagi, Presiden RI Joko Widodo mengatakan sudah memerintah Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian dan pertolongan kepada korban secepatnya.

“Saya mendapat laporan dari Menteri Perhubungan terkait dengan musibah pesawat Lion Air dari Jakarta-Pangkal Pinang. Pagi tadi, langsung saya memerintahkan kepada kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) yang dibantu oleh TNI dan Polri untuk segera melakukan operasi pencarian dan pertolongan secepat-cepatnya kepada korban,” ucap Jokowi di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2018).

Jokowi menyebutkan, pihaknya melakukan upaya terbaik untuk menemukan dan menyelamatkan korban.

“Saya terus berdoa dan berharap korban bisa segera ditemukan. Saya merasakan kerisauan yang mendalam dari seluruh keluarga korban. Namun, kita berharap para keluarga korban bisa tenang, menunggu tim SAR yang saat ini bekerja keras di lokasi kejadian,” ujar dia.

Baca juga: Pesawat B737 Max 8 Milik Lion Air Jatuh, Ini Komentar Boeing

Presiden juga memerintahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

“Dan segera menyampaikan hasil penyelidikannya secepat-cepatnya,” tutur Jokowi.

Jokowi menambahkan, untuk saat ini pemerintah masih fokus pada pencarian dan penyelamatan korban. Dia menyampaikan permohonan doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia terkait penyelesaian peristiwa ini.

“Saat ini, kita masih fokus pada pencarian dan penyelamatan korban. Mohon doa dan dukungan dari kita semuanya,” ucap dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Survei: Ada Pandemi, 24 Persen Pekerja Swasta Beralih Jadi Mitra GoFood

Whats New
Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X