Ekonomi Global Melemah, Ekspor Karet Tahun Ini Berpotensi Turun

Kompas.com - 29/10/2018, 16:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekspor produk karet dan turunannya tahun ini diperkirakan bakal lebih rendah ketimbang tahun lalu. Penyebabnya karena pasar internasional menunjukkan sinyal beragam dan minimnya upaya nilai tambah produk karet turunan.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Moenardji Soedargo mengatakan setidaknya tahun ini ekspor bakal lebih rendah 10 persen dari tahun lalu yang berada di kisaran 3,1 juta ton. Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan ini.

"Pelemahan ekonomi global termasuk trade war effect, persepsi fundamental pasar yang kurang pas dan pasar yang lebih digerakkan oleh spekulan serta kurangnya keterlibatan pelaku perdagangan komoditi karet itu sendiri," katanya kepada Kontan.co.id, Senin (29/10/2018).

Proyeksi ini menimbang catatan Gapkindo yang melihat ekspor karet Indonesia pada periode Januari hingga Agustus tahun ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada tahun ini, hingga Agustus 2018, volume ekspor turun 6,12 persen menjadi 2,052 juta ton dari 2,185 juta ton. Kemudian secara nilai turun 24,62 persen menjadi 2,96 miliar dollar AS dari 3,926 miliar dollar AS.

Penurunan ini hampir setara 1 miliar dollar AS dan menjadi kekhawatiran industri karet.

Sedangkan dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor produk karet dan barang-barang dari karet hingga kuartal III tahun ini mencapai 2,8 juta ton atau turun 6,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,98 juta ton.

Adapun pada kinerja bulanan, volume ekspor karet pada September 2018 turun 4,15 persen menjadi 311.724 ton dari bulan Agustus yang sebanyak 325.217 ton.

Kemudian dari sisi nilai, ekspor hingga kuartal III-2018 juga turun 12,25 persen menjadi 5,86 miliar dollar AS dibandingkan periode sama tahun lalu di 6,675 miliar dollar AS. Kontribusi paling besar dari penjualan karet remah alias crumb rubber yang mengisi hingga 52 persen dari ekspor karet periode tersebut.

Selanjutnya adalah produk ban luar dan ban dalam yang setara hingga 21 persen.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Spend Smart
Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Whats New
Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Earn Smart
Saat 'Green Energy' Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Saat "Green Energy" Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Whats New
G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

Whats New
Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Earn Smart
Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Whats New
MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

Whats New
Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Whats New
Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Whats New
Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Whats New
KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

Whats New
Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Rilis
BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi 'BTN Bisnis', Targetnya Rp 7 Triliun

BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi "BTN Bisnis", Targetnya Rp 7 Triliun

Whats New
Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.