Dua Pegawai di Lion Air JT 610, Pelindo II Kerahkan Kapal

Kompas.com - 30/10/2018, 13:59 WIB
Anggota Basarnas melakukan persiapan untuk mencari korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 ke laut, di Pelabuhan Jakarta, 29 Oktober 2018. Pesawat Lion Air tujuan Pangkalpinang tersebut membawa 188 orang. AFP PHOTO/RESMI MALAUAnggota Basarnas melakukan persiapan untuk mencari korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 ke laut, di Pelabuhan Jakarta, 29 Oktober 2018. Pesawat Lion Air tujuan Pangkalpinang tersebut membawa 188 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC terus membantu upaya evakuasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 160 di Tanjung Karawang.

Menurut Corporate Secretary Pelindo II Shanti Puruhita, pihaknya telah mengarahkan dua kapal, yaitu satu Tugboat SDS 36 dan satu kapal motor pandu menuju Tanjung Karawang di sekitar lokasi jatuhnya pesawat untuk mencari korban yang kemungkinan masih terjebak di badan pesawat yang tenggelam.

Seperti diketahui, sejauh ini baik IPC maupun pihak keluarga kehilangan kontak dengan Mack Stanly dan Herjuno Darpito. Keduanya bertolak ke Pangkal Pinang untuk bertugas di Kantor IPC Cabang Pangkal Balam.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Santunan untuk Korban Lion Air JT-610

IPC serta pihak keluarga terus memantau informasi pencarian para korban, yang sedang dilakukan Badan SAR Nasional (Basarnas). Untuk mendukung upaya evakuasi dan pencarian informasi bagi keluarga korban kecelakaan pesawat tersebut, sejak kemarin IPC mendirikan posko Pusat Informasi IPC, di Dermaga ex JICT 2, Tanjung Priok.

“Sejauh ini, tim evakuasi sudah mengumpulkan beberapa bagian tubuh manusia dan sejumlah benda milik korban serta serpihan pesawat, yang dikumpulkan di Posko Evakuasi IPC, di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok,” jelas Shanti dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (30/10/2018).

Basarnas telah memastikan Pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8 nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta - Pangkalpinang jatuh di perairan dekat fasilitas operasi PT Pertamina Hulu Energi ONJW, di perairan Tanjung Karawang.

Pesawat yang mengangkut 181 penumpang dan 7 kru itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkalpinang pada Senin (29/10/2018), kemudian pesawat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X