Produksi Beras Surplus, Bulog Anggap Belum Perlu Impor Lagi

Kompas.com - 30/10/2018, 19:07 WIB
Ketua Kwartir Nasional Pramuka 2018-2023, Budi Waseso memberikan keterangan pers usai terpilih menjadi Ketua Kwarnas Pramuka, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/9/2018). Budi Waseso (Buwas) terpilih menjadi Ketua Kwarnas Pramuka periode 2018-2023, pada Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka, setelah memperoleh 19 suara, unggul dari calon incumbent Adhyaksa Dault yang memperoleh 14 suara dan calon lainnya Jana T. Anggadiredja 2 suara. ANTARA FOTO/JOJONKetua Kwartir Nasional Pramuka 2018-2023, Budi Waseso memberikan keterangan pers usai terpilih menjadi Ketua Kwarnas Pramuka, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/9/2018). Budi Waseso (Buwas) terpilih menjadi Ketua Kwarnas Pramuka periode 2018-2023, pada Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka, setelah memperoleh 19 suara, unggul dari calon incumbent Adhyaksa Dault yang memperoleh 14 suara dan calon lainnya Jana T. Anggadiredja 2 suara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Badan Urusan Logistik ( Bulog) menegaskan bahwa saat ini stok beras masih aman. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa produksi beras surplus 2,85 juta ton.

Cadangan tersebut dianggap masih cukup hingga akhir tahun. Dengan begitu, Bulog menganggap saat ini belum perlu dilakukan impor beras.

Saat ini, Bulog memiliki stok 2,4 juta ton. Dengan stok yang cukup besar, kata Budi Waseso, Bulog mampu menjaga tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni pilar ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi.

"Hal ini menandakan kuatnya stok negeri ini," kata Budi Waseso dalam keterangan tertulis, Selasa (30/10/2018).

Gudang yang ada ternyata tak mampu menampung seluruh stok beras Bulog. OLeh karena itu, mereka harus menyewa gudang tambahan, baik gudang swasta maupun TNI. Hal ini agar beras tersebut terjaga dengan baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya.

Di sisi lain, Bulog harus menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada posisi 1-1,5 juta ton yang tersebar di gudang-gudang Bulog seluruh Indonesia. Budi Waseso mengatakan, stok tersebut siap disalurkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah untuk bencana alam maupun intervensi pasar guna menjaga stabilisasi harga.

“Sebagai stabilisator harga pangan pokok khususnya beras, Perum Bulog terus lakukan intervensi pasar secara berkesinambungan dengan menggelontorkan beras sebanyak-banyaknya melalui Operasi Pasar," sebut Budi Waseso.

"Dengan ini, pangan pokok khususnya beras tetap tersedia dalam jumlah dan kualitas yang baik,” lanjut dia.

Sejak Januari 2018, Bulog telah menggelontorkan OP CBP sebanyak 384.328 ton, dengan kisaran 2.500 ton per hari. Budi Waseso memproyeksikan kebutuhan untuk operasi pasar akan mengalami kenaikan tajam menjelang akhir tahun.

“Kami terus pantau perkembangan harga pangan pokok khususnya beras dari hari ke hari supaya intervensi pasar dapat segera kami lakukan dengan menggelontorkan stok CBP dan komoditi komersial yang kami miliki,” pungkas Budi Waseso.

Dalam rilisnya, BPS menyatakan bahwa mengalami surplus beras 2,85 juta ton selama 2018. Hal ini sejalan dengan rata-rata serapan 3.000 ton per hari oleh Perum Bulog yang terus melakukan penyerapan terhadap beras petani lokal.

Dengan serapan yang terus menerus dilakukan, diperkirakan hingga akhir tahun ini stok Bulog mencapai 2,7-3 juta ton. Dengan demikian, pemerintah dan masyarakat tak perlu khawatir jika terjadi bencana alam dan gejolak harga.

Stok yang cukup besar ini menandakan bahwa Pemerintah tidak perlu melakukan impor beras.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X