10 November 2018, Tol Makassar 100 Persen Pakai Pembayaran Elektronik

Kompas.com - 31/10/2018, 07:23 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com – Per 10 November 2018, manajemen Tol Makassar akan memberlakukan atau memaksakan 100 persen pembayaran menggunakan uang elektronik di seluruh gerbang tol.

Manajemen tol Makassar tergabung dalam PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) dan PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) atau BMN-JTSE. Keduanya adalah anak usaha PT Margautama Nusantara (MUN).

Ada sembilan gerbang tol Makassar tidak akan menerima pembayaran tunai dan siap memberlakukan pembayaran dengan uang elektronik di semua pintu. Saat ini, tol Makassar masih menyiapkan 1 pintu di setiap gerbang untuk pembayaran tunai.

Selama proses sosialisasi hampir setahun, persentase penggunaan uang elektronik di Tol Makassar sudah mencapai 56 persen.

Menurut Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara dan PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE), Anwar Toha dalam konefrensi pers, Selasa (30/10/2018), pihaknya siap memberlakukan Unik 100 persen. Dengan begitu, pihaknya berusaha meningkatkan pelayanan operasional dengan menyiapkan infrastruktur berupa gardu pembayaran nontunai di seluruh gerbang tol Makassar.

“Kami juga telah bekerja sama dengan berbagai bank untuk pemberlakuan uang elektronik sejak Oktober 2017 lalu. Bank yang telah menyiapkan kartu uang elektronik yakni BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri untuk mempermudah para pengguna tol dalam bertransaksi,” katanya.

Dengan pemberlakuan 100 persen transaksi nontunai, lanjut Anwar, pihaknya akan menyiapkan penjualan kartu di gerbang tol. Harga kartu uang elektronik seharga Rp 50.000 dengan saldo Rp 30.000.

Setelah kartu telah didapatkan, pengguna tol dapat melakukan pengisian ulang kartu (top up) melalui bank, electronic banking, ATM, Alfamart dan Indomaret.

Anwar mengungkapkan, saat pemberlakuan pembayaran dengan uang elektronik sejak tahun 2017, pihak Tol Makassar telah memberhentikan sebagian karyawannya dengan membayarkan hak-hak pemutusan kerja. Karyawan tol Makassar sendiri yang mengajukan untuk pemutusan kerja dan diberikan hak-haknya sesuai aturan yang berlaku.

“Pengurangan karyawan saat mulai berlaku uang elektronik tahun lalu berjalan lancar. Karena karyawan sendiri yang mengajukan pemberhentian dan diberikan hak-haknya sesuai aturan pemutusan kerja. Kalau tahun ini, kita tidak melakukan pengurangan karyawan. Nanti karyawan yang biasa di loket akan diberdayakan untuk mengarahkan kendaraan ke pintu tol sesuai dengan golongannya,” jelas Anwar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Cara Top Up OVO lewat ATM dan m-Banking dengan Mudah

Spend Smart
Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Pengunjung Meningkat, Emiten Mal Ini Optimistis Kinerja Keuangan Membaik

Whats New
Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Earn Smart
Saat 'Green Energy' Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Saat "Green Energy" Tenaga Surya dan Angin Ubah Desa Energi Berdikari Cilacap dari Gelap Menjadi Terang...

Whats New
G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

G20 Sherpa Meeting ke-2 Bakal digelar di Labuan Bajo, Apa Saja yang Dibahas?

Whats New
Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Syarat dan Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 2022, Bisa lewat HP

Earn Smart
Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Dapat Tambahan PMN, BUMN Diminta Bisa Memanfaatkannya Secara Optimal

Whats New
MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

MenKopUKM Ajak Pelaku Seni Masuk Ekosistem Digital

Whats New
Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Minat Mendaftar MyPertamina Tinggi, Warga Diharap Makin Bijak Konsumsi BBM

Whats New
Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Pemerintah Berencana Kembangkan Klaster Industri Kimia di IKN

Whats New
Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Jangan Sampai Tertipu, Ini Syarat dan Cara Melamar Kerja di PT PLN (Persero)

Whats New
KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

KAI Gandeng Operator KA Malaysia, Latih 92 Pekerja LRT Jabodebek

Whats New
Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Summarecon Agung Bakal Bagikan Dividen Rp 99,05 Miliar

Rilis
BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi 'BTN Bisnis', Targetnya Rp 7 Triliun

BTN Incar Tambahan Dana Murah dari Transaksi "BTN Bisnis", Targetnya Rp 7 Triliun

Whats New
Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Kehadiran Investor Strategis Diharapkan Bisa Dongkrak Kinerja Garuda Indonesia di Masa Mendatang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.