Start up Co-op, Koperasi Generasi Milenial

Kompas.com - 31/10/2018, 12:57 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

Start up co-op, meski seringkali dibangun oleh generasi milenial, tetapi berbeda dari koperasi mahasiswa atau sering disebut kopma. Kopma ini banyak berdiri di berbagai kampus di Indonesia.

Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) mencatat ada sekitar 150 buah kopma di Indonesia, baik di kampus swasta maupun negeri. Eksistensi kopma ini sudah ada sejak 1978 sebagai respons atas kebijakan Nasionalisasi Kehidupan Kampus dan Badan Koordinasi Kampus (NKK/BKK) dulu kala.

Sebagai model, kopma sudah tentu out of date. Model bisnisnya cenderung tidak berkembang. Pada umumnya kopma mengusahakan toko, kantin, fotokopian dan aneka layanan mahasiswa lainnya.

Karena itu, kopma pun perlu untuk shifting menjadi start up co-op agar adaptif dan relevan di era abundance ini. Cetak biru kelembagaan dan model bisnisnya harus direkaya ulang sehingga match dengan gaya hidup "kidz jaman now". Bila tidak, akan ditinggal para jenius milenial.

Shifting to start up co-op

Ada empat pola yang bisa kita lihat dari shifting atau pergeseran itu. Pertama, para start up berbasis perseroan yang akan bergeser ke koperasi. Pada titik ini, isu kepemilikan yang tergerus akibat masuknya investasi dapat menjadi pemantiknya.

Dalam model co-op, kepemilikan tetap dilindungi meski start up menerima penyertaan modal dari investor. Yang perlu dilakukan cukup mengubah badan hukum dan tentu saja aturan main dari perseoran menjadi koperasi.

Simak kolom saya sebelumnya yang berjudul "Melindungi Kepemilikan Pendiri Start Up supaya Tak Terdepak".

Kedua, lahirnya gairah baru generasi milenial untuk berkoperasi. Mereka sebelumnya tak pernah membangun start up dan langsung membangun start up dengan model co-op.

Itu terjadi karena nilai-nilai koperasi, seperti demokrasi, kesetaraan, keadilan dan lainnya, selaras dengan gaya hidup yang mereka citakan.

Milenial merupakan generasi yang menolak bentuk feodalisme dalam politik dan juga, pada akhirnya, ekonomi. Bentuk koperasi lebih menjawab hal tersebut daripada perseoran di mana pemilik modal berkuasa penuh.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Mulai Hari Ini ke Luar Kota Enggak Perlu Pakai SIKM Lagi, tetapi...

Mulai Hari Ini ke Luar Kota Enggak Perlu Pakai SIKM Lagi, tetapi...

Whats New
Profil William Tanuwijaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Profil William Tanuwijaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Whats New
Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Whats New
Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Whats New
Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Whats New
Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

Whats New
Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X