Hadapi Bonus Demografi, Menkeu Tegaskan Pentingnya Investasi SDM

Kompas.com - 31/10/2018, 13:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) didampingi Menkominfo Rudiantara (kedua kiri) dan Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan (ketiga kiri) menjadi pembicara dalam diskusi FMB9 yang bertema Capaian Indonesia dalam IMF-WB Annual Meeting di sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018, Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10). ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/M Agung RajasaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) didampingi Menkominfo Rudiantara (kedua kiri) dan Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan (ketiga kiri) menjadi pembicara dalam diskusi FMB9 yang bertema Capaian Indonesia dalam IMF-WB Annual Meeting di sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018, Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan pentingnya berinvestasi di bidang sumber daya manusia ( SDM) dalam menghadapi bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada 2030 hingga 2045 mendatang.

Dia menjelaskan, waktu yang dimiliki Indonesia untuk bisa menikmati bonus demografi ini sangat terbatas, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan semakin meningkatkan kualitas SDMterutama mereka ang masih berusia muda agar dapat memberikan dampak positif baik bagi lingkungannya atau bahkan perekonomian Indonesia.

"Mereka (anak muda) biasanya masuk ke pasar tenaga kerja, mereka bekerja, inovatif, kreatif, maka tantangan kita adalah bagaimana dengan kesempatan demografi yang masih usia muda ini kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk memajukan Indonesia. Syaratnya tentu demografinya terutama generasi mua harus memiliki kualitas. Maka investasi di bidang SDM itu menjadi penting," ujar Menkeu ketika memberikan penjelasan kepada awak media selepas acara seminar peringatan Hari Oeang ke-72 di kawasan Kementerian Keuangan, Rabu (31/10/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan, di APBN tahun 2018, pemerintah telah menganggarkan sebesar Rp 440 triliun untuk dana pendidikan. Untuk tahun anggaran 2019 mendatang, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp 490 triliun.

Meski tentu saja masih ada beberapa pihak yang belum puas dengan kualitas pendidikan yang dihasilkan. Sehingga, solusi-solusi yang ditawarkan oleh pihak lain untuk turut mengembangkan pendidikan juga menjadi penting.

"Investing to human capital, tapi it's not about the money. Uang penting, tapi bukan segalanya," ujar dia.

Selain berinvestasi di bidang SDM, wanita yang akrab disapa Ani ini juga menegaskan pentingnya sistem jaminan sosial yang mumpuni. Pasalnya, setelah memasuki masa bonus demografi yang tak berlangsung lama, maka piramida penduduk Indonesia akan bergeser menjadi piramida penduduk tua atau ageing population.

"Millenial ini nantinya akan jadi senior citizen juga dan pada saat itu mereka membutuhkan fasilitas kesehatan. Jadi sebelum mereka menjadi tua bagaimana Indonesia bisa menjadi negara yang mampu menciptakan apa yang disebut sistem jaminan sosial yang sustainable. Ini tantangan-tantangan yang harus kita jawab bersama," jelas Sri Mulyani.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X